HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Begini tantangan pelayanan kesehatan di Nduga

Nduga, Papua
Anak-anak pengungsi Nduga ketika berbaris sebelum masuk kelas sekolah darurat - Jubi/Islami

Papua No.1 News Portal

Makassar, Jubi – Berbagai tantangan dihadapi Dinas Kesehatan dan tenaga medis di Kabupaten Nduga, Papua dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warganya.

Kepala Dinas Kesehatan Nduga, Ina Gwijangge mengatakan, kendala itu di antaranya, sulitnya akses transportasi, terbatasnya jumlah tenaga kesehatan hingga faktor keamanan.

Pernyataan itu dikatakan Ina Gwijangge dalam diskusi daring “Mari Bicara Solusi Menuju Papua Sehat Pasca COVID-19”, Senin (29/6/2020).

Begini tantangan pelayanan kesehatan di Nduga 1 i Papua

Dari 32 distrik di wilayah itu, dua distrik dapat dijangkau dengan jalan darat, 19 distrik ditempuh menggunakan pesawat udara berbadan kecil, dan 11 distrik lainnya dijangkau menggunakan helikopter.

“Selain itu, tenaga kesehatan di Nduga minim. Hanya ada empat dokter. Dua dokter umum, dan dua dokter spesialis. Mayoritas di sana tenaga suster [mantri] dan bidan,” kata Ina Gwijangge dalam diskusi yang dipandu oleh Viktor Mambor, jurnalis senior dan pimpinan umum Jubi.co.id.

Menurutnya, kendala lain dalam pelayanan kesehatan kepada warga di Nduga, adalah konflik bersenjata berkepanjangan.

Sejak beberapa tahun terakhir, konflik bersenjata antara kelompok bersenjata dengan aparat TNI-Polri terjadi di Nduga. Akibatnya, banyak tenaga kesehatan [terutama tenaga kontrak] enggan bertugas di Nduga, meski pemerintah setempat menjanjikan insentif yang terbilang cukup besar.

Loading...
;

“Ini membuat pelayanan kesehatan kami terhambat. Karena kondisi keamanan, banyak [tenaga medis] yang tidak mau bertugas di Nduga,” ujarnya.

Dalam diskusi itu, Viktor Eka Nugraha dari Dinas Kesehatan Papua Barat mengatakan pihaknya juga kesulitan memenuhi kebutuhan ketersediaan tenaga medis, terutama dokter spesialiasi penyakit tertentu.

“Beberapa waktu lalu, Pemprov Papua Barat membuka lowongan untuk beberapa tenaga dokter spesialis dengan insentif Rp 50 juta [setiap bulan] dan dilengkapi fasilitas kendaraan. Akan tetapi hingga kini belum ada yang berminat,” kata Viktor Eka Nugraha.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas kesehatan memadai [di setiap daerah] memang menjadi hal mutlak dipenuhi. Akan tetapi itu bukan berarti dapat menyelesaikan masalah.

Kalupun ketersediaan fasilitas kesehatan dapat terpenuhi, mesti didukung sumber daya manusia atau SDM memadai.  “Jadi mesti seimbang [antara] ketersediaan sarana [dan fasilitas] dengan SDM. Di Papua dan Papua Barat ini, tidak mudah mendapatkan [tenaga kesehatan yang dibutuhkan],” ucapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa