Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Beijing kembali lockdown 29 kawasan permukiman

Foto ilustrasi - pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Kota Beijing menutup total akses atau lockdown 29 wilayah permukiman, mulai  Selasa, (16/6/2020) hari ini, setelah kasus baru Covid-19 dari klaster Pasar Induk Xinfadi terus mengalami peningkatan. Otoritas kesehatan setempat juga kembali menemukan 27 kasus baru sehingga menggenapkan jumlah kasus di Ibu Kota China tersebut menjadi 106.

Tercatat sembilan dari 11 distrik atau setingkat kecamatan di Beijing melaporkan adanya kasus baru. Distrik Fengtai tempat Pasar Induk Xinfadi tersebut berada menjadi kawasan sangat ketat. “Kami perlu berpikir dari bawah untuk melakukan perlawanan habis-habisan dengan menjadikan pecegahan dan penanggulangan epidemi sebagai tugas utama dan mendesak untuk saat ini,” kata otoritas kesehatan  setempat.

Baca juga :  Mendekati Ramadhan, kegiatan masjid di China masih ditangguhkan

Mantan bangkir Inggris ini ditunjuk tingkatkan produksi APD

Industri otomotif Prancis ini sediakan 1.300 mobil gratis untuk tenaga medis

Lembaga itu menyebut butuh langkah-langkah nyata dan tegas untuk mengatasi epidemi itu dengan melakukan inspeksi secara luas dan mengampanyekan sanitasi di pasar grosir, pasar buah, restoran, dan kantin. Para vendor dan pelaku bisnis lainnya harus menjalani tes Covid-19.

Loading...
;

Tercatat pasar Tiantao Honglian di Distrik Xicheng menjadi pasar lokal di Beijing terakhir yang terkena dampak sehingga memaksa tujuh kawasan permukiman di sekitarnya diisolasi.

Sebelumnya 10 kawasan permukiman dekat Pasar Ikan Yuquandong di Distrik Haidian dan 11 kawasan permukiman di dekat Pasar Induk Xinfadi juga telah ditutup total sebagai upaya mempersempit penularan virus.

Pemkot Beijing melarang warga lokal yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 meninggalkan wilayah kota, kecuali bagi yang memang ada kebutuhan mendesak dengan syarat melapor kepada aparat terlebih dulu.

Taksi dan kendaraan sewa lainnya juga dilarang meninggalkan Ibu Kota sejak Senin (15/6/2020). Tiga provinsi lain, yakni Liaoning, Hebei, dan Sichuan juga mendapatkan kasus baru akibat kontak dekat dengan orang terinfeksi di Beijing. Beijing telah melakukan tes asam nukleat dalam skala besar, khususnya orang-orang yang berkaitan dengan Pasar Induk Xinfadi.

Sedikitnya 100 unit klinik tes asam nukleat telah siap melakukan uji terhadap 90.000 orang per hari. Tiga hari ke depan akan menjadi masa kritis bagi Beijing untuk mengatasi wabah setelah beberapa orang yang terinfeksi virus corona menunjukkan beberapa gejala, demikian pimpinan epidemiolog Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China (CCDC) Wu Zunyou. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top