Bekas kepala BPN Denpasar bunuh diri saat hadapi kasus korupsi

papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Mantan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Denpasar, Tri Nugraha bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri saat hendak dibawa ke Lapas Kerobokan pada Senin (31/8/2020) kemarin. Tri merupakan tersangka penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia rencananya ditahan di Lapas Kerobokan, Denpasar karena sebelumnya mencoba melarikan diri saat sedang pemeriksaan.

“Ada insiden bunuh diri atas nama tersangka Tri Nugraha yang terjadi di Kejaksaan Tinggi Bali terkait dengan penanganan perkara,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, Senin (31/8/2020) kemarin.

Baca juga : WN Prancis pelaku pencabulan ratuan anak bunuh diri di sel 

Tahanan Polres Biak bunuh diri, Komnas HAM nilai Polisi lalai 

Densus dalami pelaku bom bunuh diri dengan ‘sel tidur’

 

Loading...
;

Bunuh diri dilakukan Tri Nugraha terjadi sekitar pukul 20.00 WITA, saat itu tersangka sedang digiring menuju lapas dari ruang penyidikan. Ia meminta izin untuk pergi ke toilet dan mendapat pengawalan ketat dari anggota Polda Bali.

Tri kemudian meminta pengacaranya untuk mengambil sebuah tas kecil yang disimpan di loker. Setelah itu, tersangka memasuki toilet dengan membawa tas kecil tersebut. “Namun sekitar dua menit berlalu dari dalam toilet terdengar bunyi ledakan sebanyak satu kali dan setelah dilakukan pendobrakan pada pintu toilet diketahui Tersangka terluka,”  kata Hari menjelaskan.

Saat ditemukan penyidik, tersangka terluka di bagian dada sebelah kiri dan ditemukan senjata api di dekat tubuhnya. Dia pun langsung dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat.

“Namun jiwanya tidak tertolong dan meninggal dunia,” katanya.

Hari menjelaskan sebelum nekat bunuh diri, Tri menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan sebagai tersangka oleh Jaksa Penyidik Tipikor Kejaksaan Tinggi Bali. Pemeriksaan itu berjalan sejak pagi tadi sekitar pukul 10.00 WITA.

Hanya saja, saat itu penyidik belum memutuskan untuk menahan Tri. Berselang dua jam kemudian, Tri mencoba melarikan diri dengan berdalih hendak melakukan kegiatan sholat, namun tidak kembali.

“Tersangka tidak ditemukan, maka Tim Penyidik melakukan konsolidasi dan sepakat untuk dilakukan penangkapan dengan menyiapkan surat perintah penangkapan,” katanya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka pun ditemukan oleh penyidik sedang berada di rumahnya. Dia pun langsung dibawa ke Kantor Kejati Bali untuk ditahan. Setelah itu, penyidik mengelar tes kesehatan untuk memasukkan Tri ke balik jeruji besi. (*)

CNN Indonesia

Editor  : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top