Bekas kepala keamanan siber AS gugat Donald Trump

Ilustrasi Donald Trump, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Mantan Kepala Agensi Keamanan Siber dan Infrastruktur Vital Amerika, Chris Krebs, memperkarakan bekas bosnya yang tak lain adalah inkumben Presiden Amerika Donald Trump. Donlad Trump dan pengacaranya, Joe diGenova, diperkarakan dengan tuduhan telah mengancam dirinya terkait Pilpres Amerika.

“Joe diGenova telah menggaungkan konspirasi jahat terhadap anggota Partai Republikan yang menyatakan kebenaran dan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati,” ujar permohonan yang dibuat oleh Chris Krebs, Selasa, (8/12/2020) kemarin.

Baca juga : Trump dikabarkan semprot Jaksa Agung yang gagal buktikan kecurangan Pilpres

Donald Trump nyaris perintahkan serangan ke Iran jelang akhir kekuasaan

Donald Trump tegaskan tak terima hasil Pilpres jika kalah

Sebelumnya Chris Krebs dipecat oleh Donald Trump November lalu karena berbeda pandangan dengannya. Saat itu Donald Trump meneriakkan klaim bahwa dirinya kalah di Pilpres Amerika karena dicurangi, Krebs malah mengatakan bahwa Pilpres Amerika berjalan aman tanpa kecurangan dan intervensi.

Loading...
;

Ketika Chris Krebs menyampaikan pernyataan tersebut, Donald Trump yang sedang berjuang memutarbalikkan hasil Pilpres Amerika dengan mendaftarkan gugatan di berbagai negara bagian. Pernyataan Krebs dianggap Trump merusak atau mengganggu upaya itu.

Chris Krebs, lewat Twitternya, sempat menyatakan bahwa sesungguhnya ia merasa tidak bermasalah dengan pemecatannya. Ia menyakini dirinya sudah bekerja dengan baik mengamankan Pilpres Amerika dari potensi-potensi intervensi. Belakangan, dirinya mempermasalahkan berbagai ancaman yang datang kepada dirinya pasca pemecatan.

Ancaman itu salah satunya datang dari DiGenova. Di tengah acara televisi yang disiarkan stasiun konservatif Newsmax, DiGenova mengatakan Chris Krebs pantas “disudutkan” dan “ditembak” karena menyatakan Pilpres 2020 “yang teraman dalam sejarah Amerika”.

Dalam tuntutannya, Chris Krebs meminta tayangan di Newsmax tersebut dihapus. Selain itu, ia meminta ganti rugi materil atas gangguan yang ia terima karena pernyataan diGenova memicu ancaman pembunuhan ke Krebs. Sedangkan kubu Donald Trump belum memberikan tanggapan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top