Follow our news chanel

Bekas terpidana suap judi online jadi Kabid Propam Polda Papua Barat

Kombes Albertus Bambang Indrata, Karo SDM Polda Papua Barat, saat menjelaskan status dan jabatan AKBP MB mantan terpidana suap judi online kepada awak media. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).
Bekas terpidana suap judi online jadi Kabid Propam Polda Papua Barat 1 i Papua
Kombes Albertus Bambang Indrata, Karo SDM Polda Papua Barat, saat menjelaskan status dan jabatan AKBP MB mantan terpidana suap judi online kepada awak media. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Bekas terpidana kasus suap judi online 2014 lalu, AKBP Murjoko Budoyono mendapat promosi jabatan untuk menempati dua jabatan di Polda Papua Barat. Selain menjabat Inspektur bidang operasi (Irbidops), bekas terpidana ini juga  menjabat pelaksana tugas Kabid Propam Polda Papua Barat.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, yang dikonfirmasi via ponselnya, enggan memberikan keterangan tentang promosi yang diberikan pada bekas terpidana dalam jajaran pejabat utama di Polda Papua Barat.

Sementara,  Kepala Biro Sumberdaya Manusia (karo-SDM) Polda Papua Barat, Kombes Albertus Bambang Indrata, mengatakan AKBP Murjoko Budoyono telah dinyatakan bebas dari hukuman yang sebelumnya dijalani. Sehingga dia dianggap pantas mendapat jabatan tersebut. Apalagi, Murjoko Budoyono juga telah menerima sanski kode etik  di internal Polri melalui mutasi bersifat demosi.

“Dipindahkan dari Polda Jawa Barat ke Polda Papua Barat merupakan bagian dari sanksi kode etik yang dijalani (demosi). Tentu, hak-haknya terkait kesejahteraan dan jabatan harus dikembalikan,” ujar Albertus, kepada Jubi di Manokwari, Jumat (21/6/2019).

Dia menjelaskan, AKBP Murjoko Budoyono diberi kepercayaan sebagai pelaksana tugas Kabid Propam karena belum ada pejabat definitif untuk mengisi jabatan tersebut. Namun kewenangannya, dalam jabatan pelaksana tugas kabid propam juga dibatasi.

“Kewenangan dia sebagai pelaksana tugas, hanya untuk  kegiatan operasional Propam Polda Papua Barat, tidak terkait pembinaan atau pelanggaran anggota,” tuturnya.

Loading...
;

Di tempat terpisah, Yan Christian Warinussy, pengamat hukum di Papua Barat menilai, proses demosi sebagai sanksi kode  etik kepada bekas terpidana suap judi online, memicu opini baru  bagi publik di Papua Barat. Publik menilai, bahwa Polda Papua Barat menerima bekas terpidana atau sebagai tempat buangan orang-orang bermasalah di internal Polri.

Dia berharap, Kapolda Papua Barat mempertimbangkan penilaian publik yang pesimis jika bekas terpidana menduduki jabatan tertentu. Apalagi, bekas terpidana tersebut menjabat sebagai pelaksana tugas Kabid Propam.

“Apa yang mau dicontohkan, jika pelaksana tugas bidang Propam Polda Papua Barat adalah mantan terpidana,” ujar Warinussy.

Diketahui pada tahun 2014,  AKBP Murjoko Budoyono menjabat sebagai Kasubdit III Direskrimum Polda Jabar dan ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap dari bandar judi online senilai Rp5 miliar. Selain Murjoko, satu anak buahnya ikut terciduk dalam kasus tersebut. Suap ini terkait pembukaan pemblokiran rekening bank kasus judi online yang ditanganinya di Ditreskrimum Polda Jabar.

Keduanya dikenai pasal 11 dan atau pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat(1)dan pasal 64 KUHP. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top