Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Bekasi izinkan empat sekolah belajar tatap muka

Ilustrasi Belajar - Pexels.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengizinkan empat sekolah menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka di masa adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) hingga awal bulan Agustus 2020 mendatang.

“Kami  sudah tandatangani MOU tentang sekolah role model. Berharap kepada yang ditetapkan ini harus berpegang SKB 4 Menteri dan utamanya menyiapkan perangkat protokol kesehatan,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi, Selasa, (28/7/2020).

Baca juga : Sistem belajar ‘Maturtamu’ ala SMP YPK Nabire, Papua di era Covid-19

Gudang tembakau ini jadi tempat belajar selama pandemi

Belajar di Rumah bukan untuk ketuntasan kurikulum

Menurut Fauzi, keputusan itu resmi berlaku usai Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto ikut menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi dan Dewan Pendidikan Kota Bekasi tentang Role Mode Pembelajaran Adaptasi secara Tatap Muka Senin (27/7/2020) kemarin.

Loading...
;

Sesuai nota kesepakatan itu, empat sekolah itu tercatat yakni, SMPN 02, Al-Azhar, Victory dan SDN 06 Pekayon Jaya. Menurut dia, keempat sekolah ini telah melakukan simulasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal itu.

Fauzi meminta keempat sekolah itu agar memastikan penerapan protokol kesehatan. Selain itu, pihak sekolah kata dia juga harus mensosialisasikan hal itu kepada orang tua atau wali siswa agar tak ada kekhawatiran terhadap anak-anaknya.

“Penyataan orang tua kesiapan putra putrinya untuk sekolah tatap muka. Protokol harus dipenuhi sekolah role model dan menjadi contoh model buat sekolah lain sehingga rasa was-was kepada sekolah sedikit berkurang sepanjang mengikuti protokol kesehatan,” kata Fauzi menambahkan.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto mengatakan, sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Antara lain berkaitan dengan kemampuan pendampingan orang tua hingga prasarana penunjang seperti gawai dan kuota.

Tri mencatat, sejumlah persoalan itu banyak dihadapi siswa maupun orang tua selama PJJ. Ia juga mengakui bahwa kemampuan Pemkot Bekasi memfasilitas kebutuhan itu masih terbatas.

“Kemampuan pemerintah menyiapkan WiFi masih terbatas. Kelurahan Jati Rahayu menyiapkan kantor lurah untuk pembelajaran bersama. WiFi yang ada satu tolak ukur dibuka seluasnya fasilitasi warga yang kesulitan dan untuk kuota juga menjadi persoalan,” kataTri Ardianto. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top