Follow our news chanel

Previous
Next

Belajar daring tingkatkan efektifitas guru dan siswa di Kota Jayapura

Kepala SMP Negeri 1 Jayapura, Purnama Sinaga saat diwawancara - Jubi/Ramah

| Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Setelah ada edaran tentang work from home (kerja dari rumah) dan study from home (belajar dari rumah) awal Maret 2020 karena virus korona, tidak mengurangi semangat dan efektivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Salah satu sekolah di Kota Jayapura, Papua, yang tetap aktif dalam proses belajar mengajar, yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jayapura yang tetap melaksanakan pembelajaran dari rumah secara online atau daring.

“Syukur, proses itu bisa berjalan 100 persen. Dampak secara positif yaitu meningkatkan komptensi guru dan siswa dalam bidang IT,” ujar Kepala SMP Negeri 1 Jayapura, Purnama Sinaga saat ditemui di SMP Negeri 1 Jayapura, Senin (8/6/2020).

Dikatakan Sinaga, dalam pembelajaran moda daring guru menggunakan aplikasi google class room. Bukan hanya itu, bahkan ulangan harian juga berbasis daring bagi kelas 7, 8, dan 9 untuk membantu nilai raport semester 6.

Dalam pelaksanaanya, bagi peserta didik yang tidak mempunyai fasilitas (handphone bukan android) bekerja sama dengan kakak atau orang tua yang memiliki handphone android dengan cara meminjam pada jam belajar atau ujian.

Selain itu, bila ada anak yang kesulitan fasilitas handphone mereka diizinkan bisa bergabung dengan temannya yang memiliki fasilitas internet. Atau ada yang tidak memiliki pulsa data, misalnya dalam grup paguyuban, yang memiliki fasilitas WiFi bisa membantu teman-teman disekitar mereka untuk kerja di rumah yang memiliki fasilitas internet.

Loading...
;

“Kami komunikasi dengan orang tua agar mendukung. Kami buat surat edaran supaya orang tua memberikan fasilitas pada jam belajar yang sudah kami buat. Jadi, dampaknya adalah gotong royong,” ujar Sinaga.

Dikatakan Sinaga, ada hal-hal yang harus dipertahankan untuk semester ke depan, yaitu pembelajaran moda daring akan jadikan salah satu metode pembelajaran. Bahkan, untuk pelaksanaan penilaian ulangan tengah semester dan ulangan semester tetap menggunakan moda daring karena sudah dipraktikkan.

“Ini sudah zamannya teknologi, kami tidak akan kembali, kami tetap mempertahankan atau meningkatkan pembelajaran dengan moda daring,” ujar Sinaga.

Selain manfaat, diungkapkan Sinaga, ada kendala yang dihadapi dari proses belajar mengajar online, yaitu ketika belum tersedianya sarana dan guru belum paham atau belum kompeten dalam pembelajaran menggunakan aplikasi belajar online. Namun, setelah dilakukan sosialisasi guru menjadi paham dan bisa menggunakannya.

“Kendala yang utama sekarang tentang pembiayaan saja, karena proses pembelajarannya terus. Tentu itu membutuhkan biaya besar, bagi guru honor sangat terdampak, kalau guru pegawai negeri tidak terlalu terdampak. Bagi guru honor kami berikan tunjangan dimasa Covid-19 dengan tujuan membantu pulsa. Jadi, yang biasanya per jam Rp 20 ribu, selama masa Covid-19 ini per jam Rp 25 ribu ditambah tunjangan Rp 1,5 juta,” ujar Sinaga.

Proses belajar mengajar daring, kata Sinaga, dalam sehari satu kelas dua Mata Pelajaran atau dua jam belajar. Peserta didik tidak dibebankan dengan sejumlah jam dari biasanya saat pembelajaran tatap muka dengan harapan proses belajar yang dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang sudah selesai.

“Model pembelajarannya macam-macam, ada yang menggunakan video, literasi atau bacaan, dijelaskan, dan pemberian tugas. Tergantung materi pembelajaran. Keaktifan siswa sudah 100 persen terlibat. Saat pembelajaran daring baru diterapkan belum semuanya terlibat. Pembelajaran daring secara bertahap hingga Mei 2020 pembelajaran daring sudah 100 persen,” ujar Sinaga.

Menurut Sinaga, tantangan bagi sekolah untuk pembelajaran daring yang paling berat ketika guru, orang tua, dan anak pesimis sehingga kami terus memberikan motivasi dan pemahaman untuk belajar daring.

“Karena orang sulit untuk move on atau belajar tatap muka bahkan saat tidak ada fasilitas internet atau pulsa kami usahakan. Tapi tantangan itu kami alami hanya di bulan pertama pemberlakukan studi from home, namun setelah semua paham dan sadar berubah menjadi motivasi bagi guru, peserta didik, dan orang tua,” ujar Sinaga.

“Harapan kami kepada pemerintah daerah dan Telkomsel bisa memfasilitasi peserta didik di Kota Jayapura dengan pemberian paket khusus untuk belajar di masa daring. Maksudnya, harga lebih murah dengan kuota lebih besar,” sambungnya.

Seorang siswi kelas 8 SMPN 1 Jayapura, Ismi, mengaku awalnya kesulitan saat belajar daring, namun setelah dijalani, apalagi belajar bersama teman-teman justru menjadi menyenangkan.

“Kesulitannya karena belum paham menggunakan aplikasi belajar online, sekarang sudah terbiasa,” ujar Ismi.

Menurut Ismi, belajar tatap muka lebih mendukung proses pembelajaran daripada belajar daring karena lebih fokus.

“Kalau belajar di kelas bisa lebih serius, sedangkan belajar daring lebih santai. Yang penting bagi saya tetap aktif belajar bisa berinteraksi dengan guru dan teman. Saya setuju kalau diterapkan belajar daring, setidaknya membantu saya dalam pembelajaran,” ujar Ismi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top