Follow our news chanel

Previous
Next

Belasan ribu ton beras menumpuk, Kabulog Merauke angkat bicara

Kepala Bulog Sub Divisi Regional Merauke Djabiruddin – Jubi/Frans L Kobun
Belasan ribu ton beras menumpuk, Kabulog Merauke angkat bicara 1 i Papua
Kepala Bulog Sub Divisi Regional Merauke Djabiruddin – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bulog Sub Divisi Regional ingin serap beras petani, tapi gudangnya

Sebanyak 17.000 ton beras yang dibeli Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Merauke sudah tujuh bulan menumpuk di gudang.

Pejabat Bulog Divre Merauke menyebutkan belum ada rencana penyaluran karena belum ada permintaan. Belasan ribu ton beras tersebut sedianya untuk melayani jatah Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun kalau hanya melayani jatah ASN otomatis memakan waktu lama hingga dua tahun.

Sebenarnya beras dapat keluar dari gudang Bulog apabila program beras sejahtera (rastra) dapat berjalan rutin tiap bulan. Artinya, kuota untuk masyarakat di kelurahan maupun 179 kampung didistribusikan secara terus-menerus sesuai jatah.

Kepala Bulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin, kepada Jubi, Kamis, 30 Januari 2020, mengatakan pihaknya belum bisa mengambil langkah lebih lanjut melakukan penyerapan beras petani.

“Bagaimana kami menyerap lagi, sementara stok beras dari tahun lalu, masih menumpuk di sejumlah gudang milik Bulog dengan jumlah sangat banyak mencapai 17.000 ton,” ujarnya.

Loading...
;

Dengan melihat kondisi seperti demikian, pihaknya akan menemui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merauke, Yohanes Samkakai, untuk membicarakan kembali agar jatah rastra bagi masyarakat dapat disalurkan kembali.

“Memang solusi paling tepat adalah ketika jatah rastra bagi masyarakat berjalan rutin tiap bulan, termasuk jatah ASN, sehingga tidak terjadi penumpukan beras di gudang,” katanya.

Ia mengatakan pada prinsipnya Bulog siap menyalurkan jatah rastra sesuai jumlah kepala keluarga yang diberikan dinas terkait. Karena aturannya demikian, harus ada data berkaitan jumlah penerima baru beras yang dikeluarkan dari gudang.

“Saya mendengar informasi kalau jatah rastra bagi masyarakat tak kunjung disalurkan lantaran data belum valid sehingga penyaluran juga mengalami ketersendatan,” katanya.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke membantu agar beras dalam gudang segera disalurkan.

“Jangan hanya kita didesak terus membeli beras petani, tetapi program penyerapan tidak diperjuangkan, intinya adalah program rastra kalau berjalan dipastikan tidak ada kendala dalam menyerap dari petani,” katanya.

Dalam beberapa bulan ke depan, menurutnya, akan ada rencana panen raya. Jika stok beras sekarang tak kunjung dibeli, otomatis penyerapan beras tak mungkin dilakukan.

“Kita mau serap tetapi nantinya mau ditampung di mana sudah tidak ada gudang, ini menjadi masukan kepada pemerintah maupun dewan agar bisa memberikan solusi penyelesaian yang tepat agar tidak terjadi penumpukan di gudang,” ujarnya.

Menyangkut pengiriman ke luar daerah, Djabiruddin mengaku sejauh ini belum ada.

“Ya, kalau kita kirim kecuali ada permintaan dari kabupaten yang ada di wilayah selatan Papua,” ujarnya.

Belasan ribu ton beras menumpuk, Kabulog Merauke angkat bicara 2 i Papua
Beras petani yang dijual pedagang di pasar – Jubi/Frans L Kobun

Secara terpisah, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke yang membidangi masalah perekonomian, Lukas Patrauw, mengakui jika penyaluran beras untuk masyarakat diperlukan data valid. Sementara yang terjadi selama ini, terjadi kendala dalam menginput data, lantaran topografi wilayah antar kampung sangat jauh dan perlu waktu.

“Saya paham jika terjadi ketersendatan dalam penyaluran, lalu dampaknya beras di gudang Bulog menumpuk, memang perlu koordinasi dan kerja sama dengan sejumlah komponen terkait, termasuk pemerintah,” ujarnya.

Lukas mengaku program Rastra sangat membantu masyarakat, jika terhenti dalam waktu lama tentunya akan berdampak.

“Kami akan menyuarakan dalam sidang dewan sehingga apa yang menjadi keluhan Bulog segera diatasi,” katanya.

Dia menyakini pasti ada solusi setelah sejumlah komponen terkait mulai dari Bulog maupun dinas terkait duduk bersama membicarakannya, sekaligus mencari jalan keluar.

Ia menambahkan ke depan Bulog Sub Divre Merauke perlu membangun gudang dengan kapasitas besar sehingga serapan beras dapat dilakukan saat musim panen datang.

“Dalam pertemuan bersama Bulog RI beberapa waktu lalu telah ada kesepakatan bersama juga akan ada pembangunan gudang Bulog baru, saya berharap apa yang telah dibicarakan dan disepakati dapat direalisasikan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan, menambahkan bahwa menjadi suatu kendala besar bagi Bulog juga ketika penyaluran beras rastra tidak berjalan baik.

Dengan demikian sudah pasti terjadi penumpukan di gudang karena tidak mungkin hanya melayani ASN, apalagi jumlah berasnya mencapai 17.000 ton.

“Dalam dialog dengan Bulog pusat telah diminta kepada kami sebagai anggota DPRD Merauke agar membantu menyuarakan program rastra dimaksud di mana penyaluran harus dilakukan rutin tiap bulan,” ujarnya.

Ulukyanan berjanji terus memperjuangkan agar program dimaksud dijalankan, di mana meminta kepada dinas terkait melakukan pendataan secara kontinu jumlah penduduk di kampung-kampung agar dapat menerima jatah beras.

“Setahu saya program dimaksud sempat terhenti, namun berjalan kembali, tetapi dalam perjalanan saya dengar kalau penyaluran mengalami hambatan, nah ini perlu dibicarakan kembali,” katanya.

Masyarakat, lanjut Ulukyanan, masih membutuhkan beras, selain umbi-umbian yang dikonsumsi rutin tiap hari. Dengan demikian dewan akan terus memperjuangkan.

“Ini menjadi salah satu agenda untuk dibahas bersama di DPRD Merauke setelah adanya masukan dari kepala Bulog kalau serapan beras tahun lalu, sampai sekarang banyak belum didistribusikan,” katanya.

“Perlu juga dipikirkan beras di gudang Bulog segera digeser keluar sehingga penyerapan dilakukan kembali, mengingat sekitar bulan April atau Mei mendatang kegiatan panen sudah dilakukan petani,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top