Follow our news chanel

Previous
Next

Belum ada sebulan menjabat, Mustapha Adib mundur dari PM Libanon

Papua, thailand
Ilustrasi pensiun, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Perdana Menteri Libanon Mustapha Adib mengundurkan diri karena dilaporkan kesulitan membentuk kabinet pemerintahan. Pengumuman tersebut keluar belum genap satu bulan setelah ia resmi ditunjuk menggantikan pendahulunya Hassan Diab.

Berkata kepada wartawan ia mengatakan mundur diri karena kabinet yang ingin dia bentuk mendapat tentangan.

“Saya telah meminta maaf tentang melanjutkan misi pembentukan pemerintahan, setelah jelas bahwa kabinet yang sesuai dengan karakteristik yang saya terapkan tidak bisa terbentuk,” ujar Adib dilansir dari Associated Press, Senin (28/9/2020).

Pengunduran diri Adib disebut-sebut memberikan pukulan tersendiri bagi upaya Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk memecahkan kebuntuan di Libanon.

Baca juga : Korban meninggal ledakan di Beirut bertambah menjadi 135 orang

Demonstran minta Perdana Menteri Bulgaria mundur

Loading...
;

Perdana menteri Suriah dipecat saat negara itu kesulitan ekonomi

Macron diketahui telah mendesak politisi Lebanon untuk membentuk Kabinet yang terdiri dari para spesialis non-partisan.

Menurut Macron politisi non partisan dapat segera memberlakukan reformasi mendesak untuk mengekstraksi Lebanon dari krisis ekonomi dan keuangan yang telah hancur dan diperburuk oleh ledakan 4 Agustus di pelabuhan Beirut.

Seorang pejabat di kantor Macron yang enggan disebutkan namanya mengomentari pengunduran diri Adib dan menggambarkannya sebagai pengkhianatan kolektif oleh partai politik Lebanon.

“Sangat diperlukan untuk memiliki pemerintah yang mampu menerima bantuan internasional. Prancis tidak akan meninggalkan Lebanon,” kata pejabat itu.

Libanon sangat membutuhkan bantuan keuangan, namun Prancis dan kekuatan internasional lainnya menolak untuk memberikan bantuan sebelum reformasi serius dilakukan.

Krisis di Libanon terjadi oleh korupsi sistematis dan salah urus selama beberapa dekade. Adib disebut-sebut menjadi orang yang bisa memecah kebuntuan. Namun upaya Adib yang didukung Prancis telah menemui banyak hambatan, setelah kelompok utama Syiah di negara itu, Hizbullah dan Amal, bersikeras untuk mempertahankan kementerian keuangan utama.

Kedua kelompok tersebut juga ngotot untuk menunjuk menteri Syiah di kabinet baru dan keberatan dengan cara Adib membentuk pemerintahan, tanpa berkonsultasi dengan mereka.

Kabar mundurnya Adib memicu unjuk rasa oleh sekelompok orang di selatan kota Sidon. Mereka berkumpul di pusat Beirut, menutup jalan dengan membakar ban. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top