Bencana Kedinginan di Lanny Jaya Terus Berlanjut

Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait  dengan Bantuan Bagi Masyarakat di Kuyawage - Jubi/Islami
Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait dengan Bantuan Bagi Masyarakat di Kuyawage – Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Cuaca ekstrim yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya khususnya di tiga Distrik yaitu Kuyawage, Goa Balim dan Wano Barat sejak tanggal 3 Juli 2015 terus berlanjut.

Dari keterangan yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, saat ini ketiga distrik tersebut masih mengalami bencana cuaca ekstrim yakni suhu terendah dua derajat celcius, sehingga menyebabkan tiga orang masyarakat di Distrik Kuyawage dan satu masyarakat di Distrik Wano Barat meninggal dunia.

Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait membenarkan adanya empat warga Lanny Jaya yang meninggal akibat suhu dingin di Distrik Kuyawage dan Wano Barat.

“Perubahan cuaca ekstrim kembali terjadi, dimana suhu udara sangat dingin dan diperkirakan mencapai dua hingga empat derajat celcius, dimana saat ini sudah ada empat orang meninggal dunia yang rata-rata orang tua dan juga anak kecil serta hasil perkebunan yang dikonsumsi masyarakat mengakibatkan masyarakat terkena diare, karena tumbuhan tersebut masih terkontaminasi terhadap racun hujan es bulan Juli lalu,” ujar Sekda Lanny Jaya kepada wartawan di Wamena, Sabtu (15/8/2015).

Adanya kejadian tersebut, Christian Sohilait mengatakan pemerintah daerah langsung mengambil langkah-langkah yakni mengirim kembali tiga tenaga medis ke Distrik Kuyawage dan Wano Barat pada 13 Agustus lalu, mengirim bantuan oralit 15 karton dan juga 10 karton selimut untuk anak-anak.

Pemkab Lanny Jaya juga telah melakukan perpanjangan tanggap darurat dengan SK Bupati Lanny Jaya yang dijadwalkan akan berakhir pada 10 Oktober nanti dan juga melakukan persiapan pengiriman barang bantuan berikutnya ke tiga distrik yang terkena dampak bencana.

“Saya juga sudah intruksikan kepala kampung dan kepala distrik apabila kejadian ini terus berlanjut sampai seminggu kedepan, maka dengan pertimbangan keselamatan dan bantuan maka masyarakat terutama anak-anak dan juga orang tua akan kita ungsikan ke Distrik Malagai yang membutuhkan dua hari perjalanan darat,” katanya.

Loading...
;

Dirinya juga mengatakan untuk menghadapi bencana yang terus terjadi, pemerintah daerah setempat telah menyampaikan data kepada pemerintah Provinsi Papua dan juga organisasi lain, agar dapat membantu terutama mengenai pembiayaan pendistribusian barang bantuan yang menggunakan

pesawat.

“Bersama pejabat lainnya dan juga Palang Merah Indonesia (PMI) provinsi sudah ke Kuyawage untuk turun lapangan dan melihat korban sembari mengecek apa saja yang diperlukan masyarakat, serta membawa para medis, obat-obatan juga selimut dan langsung melakukan rapat di Tiom dengan para pejabat di lingkup Lanny Jaya untuk mengambil langkah pendistribusian kembali bantuan ke tiga distrik tersebut,” terangnya. (Islami)

Nama-nama masyarakat yang meninggal dunia yang diakibatkan cuaca ekstrim.

1. Ekimom Murib (Anak) meninggal dunia pada 7 Agustus di Distrik Kuyawage.

2. Yominggen Telenggen (42) meninggal dunia pada 11 Agustus di Distrik Kuyawage.

3. Iringgen Murib (45) meninggal dunia pada 12 Agustus di Distrik Kuyawage.

4. Berani Murib (42) meninggal dunia pada 12 Agustus di distrik Goa Baliem.

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top