Follow our news chanel

Bendera Tiongkok di Samoa undang amarah MP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Seorang Anggota Parlemen (MP) Samoa, Olo Fonoti Vaai, memberitahu Perdana Menteri Tuilaepa Dr. Sailele Malielegaoi mengenai adanya bendera-bendera Tiongkok yang dikibarkan di sejumlah lokasi proyek yang mereka danai, dan meminta untuk diturunkan.

MP Olo menyatakan, tidak masuk akal jika bendera mereka dikibarkan di lokasi-lokasi proyek yang didanai oleh pinjaman, yang pada akhirnya akan dibayarkan kembali oleh rakyat pembayar pajak Samoa.

“Ini Samoa, dan meskipun kita berterima kasih kepada Pemerintah Tiongkok atas bantuan mereka, faktanya tetap sama, ini bukan bantuan, proyek-proyek ini semua adalah bagian dari utang kita sebesar $ 410 juta kepada Tiongkok,” jelasnya.

“Proyek-proyek ini tidak gratis, jadi mengapa kita membiarkan mereka mengibarkan bendera di lokasi proyek – ini tidak masuk akal.”

Merujuk pada liputan di surat kabar Samoa Observer mengenai utang asing sebesar $ 1,1 miliar, yang diakumulasikan oleh Pemerintah Samoa selama bertahun-tahun, Olo menerangkan utang Samoa kepada Tiongkok saat ini duduk pada angka $ 410,01 juta.

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Samoa, Wang Xuefeng, belum menanggapi posel dari Samoa Observer yang berisikan sejumlah pertanyaan.

Loading...
;

Tetapi, Second Secretary Kedubes, Liu Peng, merespons dengan mengatakan, “Bukankah konvensi internasional memungkinkan pengibaran bendera dua negara dalam proyek-proyek kerja sama – untuk menunjukkan hubungan kerja sama dan persahabatan antara ke-dua negara, terutama negara lain, bukankah mereka juga melakukan hal yang sama?”

Ada juga kejadian lain, menurut MP Olo, bendera Tiongkok yang dikibarkan selama proyek perbaikan Bandara Internasional Faleolo. Ia juga tidak menyetujui hal itu.

“Saya heran. Bandara ini adalah pintu gerbang masuk bagi sebagian besar wisatawan yang mengunjungi Samoa, tapi hal pertama yang mereka lihat adalah Bendera Samoa disertai dengan Bendera Tiongkok. Sekali lagi, ini tidak memberikan gambaran yang baik mengenai Samoa, sebagai negara independen,” tambahnya.

Olo meminta Pemerintah Samoa berhati-hati, dan mengatakan sudah waktunya bagi orang Samoa untuk lebih bangga terhadap negara mereka, dan mengakui perjuangan kemerdekaan pemimpin-pemimpin Mau.

“Mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama, kita juga harus bangga dengan negara kita, pemimpin- pemimpin Mau kita telah menumpahkan darah untuk memperjuangkan Kemerdekaan Samoa. Samoa adalah negara pulau pertama di Pasifik yang meraih kemerdekaan – kita harus bangga dengan itu dan tidak membiarkan hal seperti ini diteruskan.”

“Kita bisa membiarkan Pemerintah Tiongkok untuk memasang plakat semen di pintu masuk gedung, tetapi kita tidak boleh membiarkan mereka mengibarkan bendera mereka di negara kita.” (Samoa Observer)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top