Follow our news chanel

Previous
Next

Benny Giay: Kita butuh kajian ahli soal remiliterasi Papua

Dewan Gereja Papua
Dewan Gereja Papua menyampaikan keterangan pers yang dihadiri Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua, Pdt Socratez Sofyan Yoman (paling kiri), Ketua Sinode Gereja KIGMI Papua Pdt Benny Giay (kedua dari kiri), Presiden Gereja Injili di Indonesia Pdt Dorman Wandikbo, (ketiga dari kiri), dan Ketua Sinode Gereja Kristen Injili Tanah Papua Pdt Andrikus Mofu. - Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dewan Gereja Papua mengatakan Papua mulai masuk era remiliterisasi, ditandai dengan pemekaran dan pembentukan satuan teritorial persiapan oleh TNI/Polri, serta penambahan aparat keamanan di Papua. Ketua Sinode KIGMI Papua Pdt Benny Giay meminta para ahli membuat kajian tentang remilitersasi yang terjadi di Papua setelah 18 tahun lebih pemberlakuan Otonomi Khusus Papua.

Hal itu disampikan Benny Giay dalam keterangan pers Dewan Gereja Papua di Kota Jayapura pada Kamis (8/10/2020). Giay menyatakan pemekaran dan pembentukan satuan teritorial di Papua, seperti Komando Resor Militer (Korem) persiapan, Komando Distrik Militer (Kodim) persiapan, dan Komando Rayon Militer (Koramil) persiapan menimbulkan kesan militer ingin mengontrol Papua seperti pada masa sebelum Otonomi Khusus (Otsus) Papua berlaku.

“Ini kami cerita saja. Di Universitas Cenderawasih ada pengamat yang begitu-begitu kah? Tolong kami, [kami perlu kajian dari] pengamat militer, pengamat masyarakat international,” kata Giay.

Baca juga: Dewan Gereja Papua tagih janji Jokowi temui kelompok pro referendum Papua

Giay menyatakan pihaknya sangat mengharapkan ada akademisi yang berkonsentrasi di bidang militer untuk membuat kajian atas situasi di Papua. Kajian itu diharapkan bisa membantu Dewan Gereja Papua melihat realitas yang disebut dengan istilah remiliterisasi Papua yang dikhawatirkan dipicu kepentingan memberlakukan Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua, atau meloloskan Otsus Papua Jilid II, atau mengusai sumber daya alam di Papua.

Giay menyatakan pengamat dan akademisi nantinya bisa menilai apa latar belakang dan penyebab remiliterisasi di Papua, termasuk menyimpulkan benar tidaknya kekhawatiran bahwa remiliterisasi terjadi untuk memberlakukan DOM di Papua misalnya.

Presiden Gereja Injili di Indonesia, Pdt Dorman Wandikbo menilai remiliterisasi di Papua sudah jauh dari kepentingan melindungi rakyat di Papua. Rakyat di Papua justru menjadi ketakutan dengan pembangunan markas satuan teritorial baru oleh polisi atau tentara di Papua.

Loading...
;

“Sudah banyak Kodim, Korem dan Polres. Jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah  penduduk di Papua,” kata Wandikbo.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top