HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Berharap noken bisa menggantikan kantong plastik

Penjual noken di Pasar Hamadi Kota Jayapura - Jubi/Ramah
Berharap noken bisa menggantikan kantong plastik 1 i Papua
Penjual noken di Pasar Hamadi Kota Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pelarangan penggunaan kantong plastik di toko dan pasar diharapkan berdampak kepada penjualan noken. Pemerintah Kota Jayapura diminta gencar menyosialisasikan.

Pemerintah Kota Jayapura sudah sejak 1 Februari 2019 mengeluarkan instruksi pelarangan menggunakan kantong plastik di pusat perbelanjaan, baik toko modern maupun pasar tradisional.

Berharap noken bisa menggantikan kantong plastik 2 i Papua

Instruksi tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Jayapura.

Tujuan pelarangan agar sampah plastik dapat dikurangi lebih awal karena plastik sulit diurai oleh lingkungan yang mencemari sungai dan laut, serta berdampak kepada biota laut.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengatakan selain mengurangi sampah plastik, kebijakan tersebut juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya kepada para perajin noken, tas rajut tradisonal Papua.

“Tidak lagi menggunakan kantong plastik dalam berbelanja tapi harus menggunakan noken Papua, ini juga meningkatkan ekonomi masyarakat Papua,” kata Mano, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Loading...
;

Menurutnya, omset penjualan noken bisa meningkat karena masyarakat beralih menggunakan noken saat menyimpan barang belanjaannya. Bukan lagi menggunakan kantong plastik.

“Noken yang dijual Mama-Mama Papua laku terjual karena kebutuhan masyarakat. Saya mengajak para pengrajin noken untuk membuat noken yang berkualitas sehingga banyak diminati masyarakat,” ujarnya.

Tomi Mano mengaku gencar melakukan pembinaan dan pelatihan sebagai wujud keberpihakan Pemerintah Kota Jayapura untuk kesejahteraan ekonomi para pengrajin noken.

“Harus kami upayakan, masyarakat harus dilatih, memang tantangan berat tapi harus dilakukan, Bali, Bogor, dan Kalimantan sudah terapkan larangan belanja menggunakan kantong plastik,” katanya.

Plastik yang warna hitam, lanjutnya, berbahaya karena tidak ramah lingkungan.

“Kalau pakai plastik yang warna bening biasa dipakai untuk pembungkus gula putih,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, mengatakan 60 persen perempuan asli Papua umumnya bergerak dibidang hasil bumi, kios, kerajinan tangan seperti noken dan aksesoris, dan industri rumahan yang tersebar di lima distrik.

Dalam hal ini, dikatakan Awi, perempuan di Papua secara khusus di Kota Jayapura, yang paling dominan antara usia 30-50 tahun.

Awi mengharapkan adanya larangan penggunaan kantong plastik membawa angin segar kepada para perajin noken dengan meningkatnya penjualan noken.

“Yang menjadi andalan kami dari sektor UMKM adalah kaum perempuan, karena sangat rajin tekun dan serius untuk menekuni bidang usaha, berbeda dengan kaum bapak-bapak, karena menjalankan pekerjaan UMKM yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dana keuletan,” katanya.

Diakui Awi, pemerintah kota terus melakukan pembinaan dengan melakukan pelatihan, khususnya kepada perajin noken binaan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura. Tujuannya agar hasil yang dikerjakan memiliki nilai jual dengan harapan lebih berkembang.

“Kami berharap terus tingkatkan kualitas noken yang dikerjakan, harganya tidak mahal, ekonomis dan terjangkau, sehingga noken laku terjual,” ujarnya.

Menurut Awi, perempuan asli Papua mempunyai talenta, yaitu menjadi petani, berdagang, politikus, dan lainnya.

“Sebenarnya perempuan punya hak untuk berusaha dan mandiri asal tidak meninggalkan kewajiban sebagai istri, asal punya kemauan untuk maju,” katanya.

Dengan mandiri maka dia tidak hanya meminta kepada suami.

“Bisa maju asal jangan putus asa, motivasinya adalah orang lain bisa, maka saya juga harus bisa,” katanya.

Sellina Takimai, seorang penjual noken di Pasar Hamadi, mengatakan saat ini belum banyak warga yang menggunakan noken untuk membawa belanjaan dari pasar.

“Semoga dengan larangan penggunaan kantong plastik, banyak warga yang datang membeli tas noken,” katanya.

Saat ini, tambahnya, penjualan noken masih sepi. Satu hari kadang laku, kadang juga tidak. Kalau laku hanya satu dua saja.

“Saya menjual noken dengan harga bervariasi, mulai dari Rp50 ribu sampai Rp150 ribu,” ujarnya.

Menurut Takimai, salah satu langkah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik adalah menekan produksi kantong plastik. Jadi bukan hanya menekan perilaku masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik.

“Tapi juga harus dibarengi dengan kebijakan lainnya, seperti menekan perusahaan untuk mengubah tata kelola produksinya biar tidak menggunakan kantong plastik,” katanya.

Meski begitu ia berharap kebijakan Pemkot Jayapura efektif dan masyarakat mulai menggunakan noken untuk berbelanja. Pemerintah, katanya, harus gencar menyosialisasikan kebijakannya agar masyarakat paham bahaya kantong plastik, karena plastik mencemari lingkungan dan merusak biota laut.

Perajin noken asal Kabupaten Paniai, Fransina Badii, mengaku merajut noken dengan bendera negara peserta tim yang berlaga di Piala Dunia kali ini hanya untuk memeriahkan.

Badii berharap larangan penjualan penggunan kantong plastik berdampak kepada penjualan noken miliknya.

“Sampai sekarang masih sepi pembeli noken, mungkin karena orang masih pakai kantong plastik, pemerintah harus melihat ini agar kami para penjual noken ini bisa laku juga,” ujarnya.

Meski sibuk merajut noken sambil menunggu pembeli, Badii mengatakan satu noken bisa diselesaikan satu hari untuk ukuran kecil dan tiga hari untuk ukuran besar.

“Harga satu noken tergantung ukuran, mulai dari harga Rp50 ribu hingga  Rp200 ribu, ada juga gelang dan anting harganya bervariasi mulai dari Rp10 ribu sampai Rp50 ribu, saya pakai benang rajut,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa