Follow our news chanel

Berjuang demi keluarga di tengah pendemi virus corona

Petugas parkir di jalan Ahmad Yani sedang memandu pengendara - Jubi/Ramah
Berjuang demi keluarga di tengah pendemi virus corona 1 i Papua
Petugas parkir di jalan Ahmad Yani sedang memandu pengendara – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Siang selepas salat zuhur, di langit yang cerah di ibu kota Provinsi Papua tampak para pejuang rupiah sedang bergelut dengan waktu yang berjuang demi keluarga di tengah mewabahnya virus corona.

Setelah pemerintah mengimbau masyarakat agar membatasi interaksi untuk mencegah penyebaran virus corona, seolah-olah mereka tidak menghiraukan imbauan tersebut.

“Kalau kami berdiam diri, bagaimana jadinya anak dan keluarga kami. Semoga kami dalam perlindungan Tuhan dalam mencari nafkah ini,” ujar salah satu petugas parkir di jalan Ahmad Yani, Ronald Kekri, ketika dihampiri Jubi, Senin (30/3/2020).

Kekri paham terhadap dampak yang diakibatkan dari virus mematikan ini, namun ia akui ini adalah tantangan terberat tapi apa mau dikata kebutuhan rumah tangga tidak bisa di tunda.

“Dari kantor Dispenda sudah larang, mereka bilang untuk sementara tidak boleh bekerja selama virus corona ini tapi saya pikir ke depan, kalau tinggal di rumah siapa nanti yang kasih makan, pemerintah tidak kasih makan,” ujar Kekri.

Dilengkap alat pelindung diri berupa masker, Kekri bertugas dari pukul 8 pagi sampai jam 12 siang Waktu Papua. Pembatasan jam operasional ini diakuinya atas imbauan dari Pemerintah Kota Jayapura.

Loading...
;

“Yang penting kita jaga diri. Kalau sudah pulang rumah saya langsung ganti baju dan mandi. Sebelum makan saya cuci tangan karena pegang uang selama kerja,” ujar Kekri.

Diakui Kekri, virus corona bagaikan berkah baginya dari pekerjaan yang digeluti sudah 10 tahun itu, karena uang setoran dari hasil uang parkir kendaraan tidak disetorkan ke Pemerintah Kota Jayapura karena sedang dalam masa libur.

“Kalau hari-hari normal biasa saya dapat sampai Rp170 ribu. Sebanyak Rp100 ribu saya setor ke kantor Dispenda, sisanya buat saya. Tapi selama libur karena virus corona ini semua hasil uang parkir saya sendiri yang ambil,” jelas Kekri.

Masih di tempat yang sama, seorang petugas parkir lainnya, Elieser Patae, mengaku mencari nafkah untuk menghidupi anak dan keluarganya.

“Sekarang lagi sepi, paling satu hari saya dapat Rp30.000, kadang juga lebih. Uang ini saya tidak setor ke kantor Dispenda karena masih libur. Kecuali kalau hari normal baru setor ke kantor, saya biasa dapat sampai Rp150 ribu. Yang Rp100 ribu saya setor ke kantor, sisanya buat saya,” ujar Patae.

Untuk mencegah dirinya dari penularan virus corona, selama bertugas sebagai tukang parkir, Patea menggunakan masker.

“Saya berdoa, semoga Tuhan segera mengangkat musibah besar ini. Semoga Tuhan melindungi kita semua dari virus corona,” jelas Patae. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top