Follow our news chanel

Berkah rupiah dari kapal singgah

Pedagang melayani pembeli di sekitar Dermaga Samabusa, Nabire, Sabtu pekan lalu – Jubi/Titus Ruban
Berkah rupiah dari kapal singgah 1 i Papua
Pedagang melayani pembeli di sekitar Dermaga Samabusa, Nabire, Sabtu pekan lalu – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kedatangan kapal milik PT Pelni paling dinanti pedagang. Mereka bisa meraup untung besar dari para pengantar penumpang kapal.

PANDANGAN Dolly Sawaka tidak henti menatap orang-orang yang berlalu-lalang, saat Kapal Motor (KM) Labobar merapat di Dermaga Samabusa, akhir pekan lalu. Dia berharap ada yang tertarik menghampiri dagangannya.

Sawaka menggelar dagangan di hamparan pasir di dekat dermaga yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Nabire, tersebut. Dia menggunakan karung untuk mengalasi barang dagangan. Para calon pembelinya ialah pengantar dan penumpang kapal penyeberangan.

Sawaka hanya berjualan selama dua hingga tiga hari dalam sepekan. Itu karena bergantung kepada hasil kebun dan kondisi ombak laut. Sawaka berasal Kampung Hariti di Pulau Moora. Dia harus menyusuri lautan sekitar sejam dengan perahu bermotor untuk berjualan di Dermaga Samabusa.

Sawaka menjual sukun, pinang, dan jeruk nipis.

“Sukun seharga Rp15 ribu sebuah, pinang seharga Rp1.000 per tiga buah, dan jeruk nipis Rp5.000 setumpuk.”

Loading...
;

Selain Sawaka, ada beberapa warga lain dari Pulau Moora juga menggelar lapak dagangan di dekatnya berjualan. Markus Rou, salah satunya.

Rou menjual berbagai jenis ikan laut hasil tangkapannya. Seperti Sawaka, Warga Kampung Mambor tersebut juga tidak menggelar dagangannya setiap hari.

“Saya berjualan selama dua hingga empat hari dalam sepekan. Itu karena bergantung kepada hasil tangkapan, dan juga kondisi cuaca,” kata Rou.

Aktivitas para pedagang di kawasan dermaga itu juga bergantung kepada kondisi pasang-surut laut. Saat laut pasang, mereka menyingkir ke daratan agar bisa tetap berjualan.

“Kalau air naik (pasang), kami  berjualan di atas sana (daratan). Ada sedikit tempat yang dikasih (diizinkan untuk berjualan oleh) Pelni,” ujar Rou.

Kapal penglaris

Dermaga Samabusa melayani kapal-kapal yang singgah atau transit di Kota Nabire. Kedatangan kapal milik PT Pelni paling dinanti para pedagang. Jualan mereka bisa laris-manis karena diborong para pengantar penumpang kapal tersebut.

“Kalau kapal (milik Pelni) bersandar, kami senang. Setelah kapal berangkat, orang-orang (pengantar penumpang) pasti datang (berbelanja) ke sini,” kata Sawaka.

Sawaka mengaku bisa meraup hingga Rp1 juta dari hasil berjualan setiap kapal Pelni merapat di Dermaga Samabusa.

“Bergantung kepada banyak-sedikitnya barang (dagangan) yang kami bawa. Hasilnya lumayan, bisa bantu kebutuhan (keuangan) keluarga.”

Karena panorama alamnya indah, lokasi di sekitar Dermaga Samabusa juga menjadi tujuan plesir bagi warga Kota Nabire. Mereka biasa memanfaatkan akhir pekan atau hari libur kerja.

Sembari menikmati keindahan pantai dan laut, beberapa pengunjung berbelanja ke lapak para pedagang di sekitar dermaga. Kebiasaan seperti ini, antara lain sering dilakukan Irnawati.

“Harganya murah. Sebuah sukun besar cuma Rp15.000, sedangkan di Kota (Nabire) bisa mencapai Rp50 ribu. Ikan yang dijual juga masih segar-segar,” katanya. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top