Follow our news chanel

Berkas dikembalikan ke Komnas HAM, negara dinilai tak serius tuntaskan kasus Paniai

Berkas dikembalikan ke Komnas HAM, negara dinilai tak serius tuntaskan kasus Paniai 1 i Papua
Dua orang mama Papua menangisi anaknya yang ditembak mati pada kasus Paniai berdarah 2014 silam – Jubi/dok Yanes Douw

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Anggota komisi bidang keamanan, hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) DPR Papua, Laurenzus Kadepa menilai negara tak serius menuntaskan peristiwa penembakan di Kabupaten Paniai. Peristiwa yang menewaskan empat remaja dan melukai belasan warga itu terjadi, 8 Desember 2014.

Kadepa mengatakan, Komnas HAM telah menetapkan kasus Paniai sebagai pelanggaran HAM berat. Berkas kasus Paniai, yang merupakan hasil investigasi Komnas HAM sejak lima tahun terakhir, telah diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Akan tetapi Kejagung mengembalikan berkas tersebut ke Komnas HAM pada 19 Maret 2020.

“Ini menandakan tidak adanya keseriusan negara atau pemerintah pusat menuntaskan kasus Paniai. Memang selama ini para pejabat negara selalu menyatakan ingin menuntaskan kasus Paniai. Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu,” kata Laurenzus Kadepa lewat sambungan telepon kepada Jubi, Senin (23/3/2020).

Katanya, jika negara (pemerintah pusat) serius ingin menyelesaikan kasus Paniai, sejak dulu sudah ada langkah-langkah kongkrit yang dilakukan. Akan tetapi setelah Komnas HAM menyerahkan berkas kasus Paniai kepada Kejagung, justru dikembalikan. Dianggap belum memenuhi syarat.

Padahal kata Kadepa, Komnas HAM sebagai salah satu lembaga negara telah melakukan investigasi lapangan sejak beberapa tahun terakhir.

Komnas HAM mengumpulkan keterangan dari keluarga korban, korban, sejumlah petinggi Polri yang dianggap memegang perintah komando saat peristiwa terjadi, dan anggota polisi yang bertugas di lapangan ketika kejadian.

Loading...
;

“Saya menduga bukan presiden yang tidak serius menuntaskan kasus Paniai. Tapi ada oknum-oknum lain dalam jajaran pemerintah pusat yang berupaya menghambat proses penyelesaian kasus Paniai,” ujarnya.

Dikutip dari tempo.co, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono melalui keterangan tertulis beberapa hari lalu mengatakan, Kejagung mengembalikan berkas kasus Paniai ke Komnas HAM karena belum lengkap.

Menurutnya, berdasarkan penelitian tim jaksa penyidik pada Direktorat HAM Berat Kejaksaan Agung, berkas penyelidikan kasus Paniai belum memenuhi syarat-syarat suatu peristiwa dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan pelanggaran HAM berat.

“Baik syarat-syarat formil maupun pada syarat-syarat materiil,” kata Hari Setiyono.

Katanya, Kejagung telah melampirkan catatan dan petunjuk perbaikan saat pengembalian berkas. Komnas HAM memiliki waktu selama 30 hari untuk memperbaiki berkas penyelidikan tersebut, dan mengembalikannya ke Jaksa Agung. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top