Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Bertahap, Pertamina akan digitalisasi SPBU

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pjs. General Manager  PT Pertamina Marketing Operation Regional VIII Maluku Papua, Fanda Chrismianto, mengemukakan Pertamina akan secara bertahap melakukan digitalisasi kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara umum di MOR VIII Maluku Papua.

“Pada saatnya 70 SPBU di MOR VIII nanti tentunya akan juga merembet ke sini. Karena program baru kemungkinan akan dipastikan pelaksanaannya kota-kota besar Jawa terlebih dahulu karena daerah remote yang bisa dijangkau lebih mudah,” ujarnya melalui WhatsApp, Selasa (28/8/2018).

Bertahap, Pertamina akan digitalisasi SPBU 1 i Papua

Ditanya target pelaksanaan Digitalisasi SPBU di wilayah MOR VIII, Fanda mengakui tentunya akan segera melaksanakannya, meski perlu ada diawali persiapan alat dan sosialisasi yang terus menerus terutama kepada SPBU.

“Semuanya arahnya adalah lembaga penyalur, kemungkinanya dimulai di Jakarta dan kemudian terus bergerak ke all round SPBU di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Deny, pemilik SPBU Nagoya, saat dikonfirmasi mengaku pasrah dengan aturan yang akan diberlakukan kepada lembaga penyalur tersebut.

Menurutnya dia akan ikuti semua prosedur terhadap rencana digitalisasi tersebut sehingga kesiapan dan peralatan akan segera dipasang, namun hingga sekarang pihaknya belum mendapatkan instruksi terkait dengan digitalisasi SPBU tersebut.

Loading...
;

“Kita siap saja dan dukung serta ikuti aturan dari Pertamina untuk digitalisasi SPBU tersebut,” katanya.

Dikutip dari CNN Indonesia.com, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas ( BPH Migas) dan PT Pertamina (Persero) bakal memberlakukan digitalisasi pada setiap keran pengisian BBM (nozzle) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Digitalisasi akan dilakukan di 5.518 SPBU.

Anggota Komite BPH Migas, Saryono, mengatakan digitalisasi dilakukan dalam rangka mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi sehingga penyalurannya bisa tepat sasaran. Dengan digitalisasi tersebut nantinya volume BBM yang keluar dari nozzle akan otomatis tercatat secara elektronik. 

Data tersebut akan langsung tersambung dengan pusat data yang bisa diakses oleh kementerian/lembaga (K/L) terkait, salah satunya BPH Migas. Data tersebut, selanjutnya nanti akan digunakan pemerintah untuk menganalisis kebutuhan BBM dan membuat kebijakan.

"Harapannya, supaya pada waktu verifikasi dan pendataan serta pengendalian dalam rangka upaya menjamin ketersediaan dan distribusi (BBM bersubsidi) ke seluruh wilayah Indonesia dapat benar-benar terjamin sebagaimana mestinya," ujarnya, Senin (13/8/2018).

SPV Corporate ICT Pertamina, Jeffrey Tjahja Indra, mengungkapkan untuk menjalankan program tersebut pihaknya akan menggandeng PT Telkom (Persero) Tbk. Telkom akan bertugas menyediakan dan memasang infrastruktur digital di nozzle SPBU. 

Sejak awal tahun, perseroan telah melakukan uji coba di 10 SPBU.

"Kami menyadari kemampuan Pertamina untuk bisa menjangkau ke seluruh Indonesia terbatas, karena kami perusahaan energi. Untuk itu, kami menggandeng Telkom untuk bisa membantu," ujarnya.

VP Fuel Marketing Pertamina, Jumali, menambahkan selain mencegah penyalahgunaan, pemasangan teknologi digital juga dilakukan untuk memperbaiki pemantauan jumlah penyusutan (loses) BBM. 

"Dengan digitalisasi, semua data tersedia sehingga kalau ada hal-hal yang tertinggal (missed) melacaknya gampang. Sekarang, kalau ada yang missed untuk mencari datanya susah dan memerlukan waktu," ujarnya.

BPH Migas menargetkan program digitalisasi ini selesai paling lambat sebelum 31 Desember 2018.

Terkait kebutuhan anggaran, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Dian Rachmawan, mengungkapkan pihaknya dan Pertamina masih harus mematangkan skema kerja sama kedua perusahaan pelat merah dalam beberapa hari ke depan. Karenanya, Dian belum dapat membocorkan besaran anggaran untuk proyek sinergi BUMN ini.

"Tiga hari dari sekarang akan ada perumusan mengenai anggaran, kemudian konsep model bisnis dengan Pertamina. Jadi untuk anggaran belum bisa dijawab sekarang," ujarnya. (*) 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top