Besarnya dana desa, ribuan kampung di Papua mengalami pemekaran

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Besarnya alokasi dana desa yang dikucurkan Pemerintah Pusat, memunculkan fenomena baru di Papua. Salah satunya banyaknya pemekaran kampung – kampung yang membuat jumlahnya meningkat cukup signifikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua, Donatus Motte kepada Jubi belum lama ini mengatakan, jumlah kampung di Papua terus membengkak sejak adanya program dana desa (Dandes). Pihaknya mencatat, jumlahnya bertambah dari 3.800 menjadi sekitar 5.400 kampung.

“Maraknya pemekaran kampung dan desa membuat penyaluran Program Strategis Pembangunan Kampung (Prospek)  mengalami kendala,” katanya.

Akibatnya, ketika dana prospek sudah dianggarkan, banyak dikurangi karena berbagi dengan kampung pemekaran lain.  Hal itu merepotkan, karena jika dibagi rata, jumlah dana per kampung tidak mencapai Rp100 juta sebagaimana yang diamanatkan Perdasus.

“Misalnya 10 kampung, kini diminta untuk membagi rata ke 20 kampung ditambah dengan yang baru terbentuk,” kata Motte.

Masalah lain disebutkan ada laporan kepala daerah yang menggunakan dana kampung dan desa untuk kepentingan pribadi karena penyaluran dana Prospek yang tak lagi langsung diarahkan ke rekening kampung.

Loading...
;

"Dulu program ini sangat dirasakan masyarakat, tapi setelah ada usulan untuk mengubah penyaluran justru dampaknya tak terasa maksimal,” kata Motte menambahkan.

Menurut dia, kebijakan untuk kampung dan desa di Papua perlu dikaji kembali agar penyaluran ke depan bisa memberikan dampak yang positif bagi kemajuan masyarakat Papua di wilayah perkampungan.

Sementara itu, Ondoafi Kampung Kriku, Elias Bewangkir mengatakan, tahun ini prioritas pembangunan di Kampung Kriku menyasar sektor kesehatan dan pendidikan. Ini sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang meminta agar pemerintah desa mengefektifkan pembangunan dan pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satunya melalui pelaksanaan Program Padat Karya Tunai di Desa tahun 2018.

Elias Bewangkir menjelaskan, untuk Program Padat Karya Tunai pada tahun 2018 ini setiap kampung mendapatkan dana sebesar Rp4 miliar dengan dibagi dalam tiga termin (tahapan pencairan).

“Kami sudah membuat berbagai program untuk mengembangkan dana desa tersebut. Yang paling prioritas adalah masalah pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Dikatakan Bewangkir, meskipun layanan kesehatan sudah rutin dilakukan, namun sejauh ini pelayanan yang ada hanya menyasar ibu dan anak. Sementara masyarakat yang menderita sakit berat harus dilarikan ke puskesmas terdekat yaitu di Arso Kota. Untuk itu, pihaknya berencana mnegoptimalkan pelayanan kesehatan untuk seluruh warga Kampung Kriku.

“Pokoknya dana desa ini akan kami manfaatkan untuk kepentingan masyarakat di sini,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top