Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

papua-vaksin-covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 – Jubi/BPOM

Besok, distribusi vaksin Covid-19 tahap I di Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan Provinsi Papua berencana melakukan pendistribusian vaksin Covid-19 tahap I ke kabupaten/kota pada Selasa, 12 Januari 2021. Hal itu sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan nomor SR. 02.06/II/80/2021 tentang Distribusi Vaksin dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Papua, Aaron Rumainum, mengatakan untuk tahap I termin 1 (Januari), pendistribusian vaksin hanya untuk Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura.

“Soal pendistribusian semua diatur oleh pihak Kementerian Kesehatan. Untuk Kota Jayapura sebanyak 7.560, Kabupaten Jayapura 2.720, dan Mimika 2.320. Dengan demikian yang masih tersimpan di gudang sebanyak 2.080,” Kata dokter Aaron melalui pesan WhatsApp kepada Jubi di Jayapura, Senin (11/1/2021).

Menurut ia, pendistribusian tahap II termin 2 (Februari) akan dilakukan setelahnya, sebab sesuai surat edaran, fokus awal pelaksanaan vaksinasi pada Januari 2021, adalah di ibukota provinsi dan kabupaten/kota yang berbatasan dengan ibukota provinsi.

“Vaksinasi akan dilakukan lebih dulu terhadap 10 relawan yang sudah terdaftar. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kepercayaan publik akan keamanan dan kehalanan vaksin,” ujarnya.

Baca juga: Jumlah pasien Covid-19 di Merauke naik drastis, 11 meninggal dunia

Sementara, Ketua Harian Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua, Welliam Manderi, meminta setiap kabupaten/kota untuk menyiapkan rapid antigen sebanyak mungkin, sebab salah satu syarat penerima vaksinasi Covid-19 harus benar-benar sehat dan bebas dari korona (negatif).

Loading...
;

“Kita akan bicarakan lagi ke depan terkait pengadaan rapid antigen ini, sebab kami saja sekarang baru punya 10 ribu rapid antigen. Untuk itu, kami nanti upayakan menyampaikan ke pusat supaya bisa bantu,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Scroll to Top