Biadab, seorang ayah di India membunuh putrinya yang sedang kasmaran

papua
Ilustrasi pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Seorang ayah  di utara India  diduga telah membunuh putrinya dengan cara keji. Kasus pembunuhan itu disebut warga sebagai pembunuhan atas nama kehormatan saat sang putri sedang menjalin asmara. Pelaku akhirnya ditahan pada Kamis, (4/3/2021) lalu, setelah ia membawa korban yang sudah tewas ke kantor polisi.

Korban dan pelaku pembunuhan tidak dipublikasi identitasnya. Sedangkan pria sebagai ayah tersebut mengaku pada telah melakukan penyerangan pada putrinya, 17 tahun, dengan sebuah kapak pada Rabu, (3/3/2021). Tindak pembunuhan itu dilakukan karena dia marah anaknya menjalin asmara dengan seorang laki-laki.

“Pelaku mengatakan dia telah melihat putrinya dalam posisi yang membahayakan (keluarga) dengan seorang laki-laki. Dia lalu melakukan tindak pembunuhan itu karena marah. Dia mengakui perbuatannya,” kata Anurag Vats, Komandan Polisi distrik Hardoi, negara bagian Uttar Pradesh, India.

Baca juga :Perempuan Nepal ini berjalan 800 kilometer untuk melaporkan pemerkosaan

Perempuan di Brazil gigit kemaluan pria yang hendak memperkosa dirinya

Dituduh gunakan sihir, lima orang di PNG dibunuh

Loading...
;

Gambar pelaku sedang membawa anggota tubuh putrinya beredar di media sosial. Kejadian ini kembali menyerukan tuntutan dari aktivis perempuan India yang ingin ada undang-undang, yang melarang pembunuhan atas nama kehormatan. Undang-undang itu diharapkan bisa melindungi para korban dan meningkatkan investigasi kepolisian.

Beberapa kelompok HAM mengatakan perempuan yang dibunuh oleh kemarahan keluarganya sendiri atas nama kehormatan mereka, terjadi dipenjuru di wilayah Asia Selatan dan Timur Tengah hampir setiap tahun.

Pelanggaran yang bisa menimbulkan tindak pembunuhan atas nama kehormatan adalah kawin lari, menikah dengan sesama saudara atau melanggar nilai-nilai konservatif tentang perempuan. Sebelumnya pada bulan lalu, seorang perempuan di Uttar Pradesh diduga dibakar hidup-hidup oleh anggota keluarganya karena menjalin asmara dengan laki-laki berbeda agama. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top