HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Bibit bawang Brebes tidak cocok di Sumbar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Padang Aro, Jubi – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat berhenti menggunakan bibit bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah karena tidak sesuai dengan iklim di daerah itu hingga hasil yang didapat tidak maksimal.

"Iklimnya beda. Di Brebes lahan cenderung basah sementara di Solok Selatan relatif kering. Bibitnya menjadi tidak cocok produksi tidak maksimal," kata Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Solok Selatan, Risa Herfina, di Padang Aro, Minggu.

Bibit bawang Brebes tidak cocok di Sumbar 1 i Papua

Selain itu kebiasaan petani di Brebes dan Solok Selatan juga berbeda sehingga hasil panen tidak bisa sesuai dengan yang diharapkan.

"Tahun ini kita mengganti bibit bawang merah yang cocok dengan iklim dan tanah Solok Selatan yaitu jenis Birma dari Alahan Panjang Kabupaten Solok," katanya.

Bibit jenis Birma sudah dibudidayakan dan hasilnya lebih bagus dibanding Brebes.

Untuk menggenjot produksi bawang merah Pemkab Solok Selatan juga memiliki program strategis seperti melakukan penyuluhan secara intensif, melalui penyuluh yang tersebar di setiap nagari.

Loading...
;

Selanjutnya melaksanakan Sekolah Lapangan (SL) kepada kelompok tani, sehingga petani memiliki tambahan pengetahuan bagaimana cara budidaya yang baik, perawatan serta pemeliharaan tanaman serta mengatasi hama penyakit.

"Kita berharap panen tahun ini hasilnya akan lebih baik," kata dia.

Seorang petani di Lubuak Gadang Timur Del (38) mengatakan, ia sudah beberapa kali mencoba budidaya bawang pada 2017 tetapi hasilnya tidak bagus dan cenderung merugi.

"Saya sudah dua kali mencoba budidaya bawang merah pada 2017 tetapi rugi terus sehingga sekarang beralih ke cabai rawit," ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa kondisi yang membuat bawang merah kurang bagus di daerahnya seperti cuaca yang cukup panas dan kondisi tanah yang tidak sesuai.

"Kalau Koto Parik Gadang Diateh jenis tanah serta suhunya cenderung sama dengan Kabupaten Solok sebab berbatasan langsung sehingga lebih cocok pengembangan bawang merah," katanya.

Pada 2018 Kementerian Pertanian Republik Indonesia membantu petani Solok Selatan dalam pengembangan bawang merah seluas 25 hektare dengan nilai Rp975 juta.

Pengembangan lahan bawang merah itu di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.Dengan tambahan kebun bawang itu, tahun 2018 Pemkab Solok Selatan menargetkan panen bawang merah seluas 455 hektare.(*)

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa