Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Bicara sepak bola Papua, Hengky Heipon metodiknya

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Papua – Salah satu pemain dan legenda terbaik Mutiara Hitam, Hengki Heipon tutup usia, Sabtu 11 Maret 2017, di Abepura, Kota Jayapura – Papua.

Almarhum sudah dikebumikan pada hari Senin 13 Maret 2017, di tempat pemakaman umum (TPU) Kristen, Tanah Hitam – Abepura.

Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia (PAIFORI) Papua, Daniel Womsiwor, S.Pd M.Fis AIFO, mengatakan Papua maupun atas nama pribadi ikut berduka yang mendalam atas kepergian almarhum.

Selaku akademisi dan praktisi di bidang pendidikan, kesehatan dan olahraga, secara khusus sebagai pelatih bola di Papua, saya sangat merasakan adanya kehilangan dua sosok legenda sepak bola Papua dan Indonesia dalam rentang waktu kurang dari sebulan.

Sebelumnya pada, Minggu (19/2/2017), almarhum Hengki Rumere, salah satu legenda Persipura dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan Sabtu (11/3/2017) almarhum Hengki Heipon menghembuskan nafas terakhinya.

“Saya pernah kerja dengan dua legenda Persipura tersebut, yaitu Hengki Rumere tahun 2012 dan Hengki Heipon saat menangani tim Relief Christa Hollandia Papua yang tampil di Amsterdam, Belanda tahun 2015,” ucap Daniel Womsiwor mengenang.

Loading...
;

“Saya sebagai pelatih fisik dan nutrisi di tim dan pak Hengki sebagai arsiteknya. Dari dua sosok inilah saya menemukan metode kepelatihan konfensional era Galatama dan ISL, yang kemudian melahirkan program kepelatihan olahraga mutakhir yang ke depan akan diterapkan di Papua,” ujarnya.

Womsiwor bilang bicara sepak bola Papua tempo dulu, saya kira Hengki Heipon salah satu ahli metodiknya. Dan kepergian almarhum bukan saja meninggalkan keluarganya tapi semua pemerhati olahraga, secara khusus keluarga besar Persipura.

“Kita semua komunitas sepak bola tanah Papua dan secara pribadi saya adalah kolega terdekat merasa kehilangan dan ikut berduka cita,” ucap Womsiwor.

Rully Nere, pelatih timnas perempuan mengaku mendiang adalah salah satu pelaku dan tokoh sepak bola Papua yang patut dicontoh.

“Papua berduka dan almarhum adalah sosok yang pantas menjadi panutan generasi sepak bola Papua ke depan,” ucap Rully Nere. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top