Follow our news chanel

Bisnis Air di Jayapura, Papua keuntungan Rp20 juta per bulan

papua
Pengisian air ke dalam tandon yang dibawa dengan mobil di sebuah usaha air sumur bor di Jayapura. – Jubi/ Theo Kelen.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pengusaha air sumur bor, Bayu mengatakan berbisnis air di Kota Jayapura, Papua sangat menjanjikan karena mampu memberikan keuntungan Rp20 juta per bulan.

“Apalagi kalau su jadi begini, operasional cuma listrik saja dan bensin,” kata Bayu yang sudah empat bulan berbisnis air kepada Jubi.

Biaya operasional, kata Bayu, hanya untuk rekening listrik Rp2 juta sebulan dan 10 liter bensin setiap empat hari.

“Ini saya punya usaha sendiri memakai sumur bor dengan kedalaman 12 meter, bahkan di kedalaman dua meter sudah ada air,” kata pria asal Yogyakarta tersebut.

BACA JUGA: Usaha air bersih, mengais rezeki berbagi berkat

Bayu membuka usaha dengan modal sekitar Rp50 juta untuk membuat bak penampung air ukuran 6 x 2 x 2 meter dengan daya tampung 24 kubik air. Kemudian biaya bor Rp800 ribu per meter dengan pipa 3 inci. Biaya sudah termasuk pembelian mesin Alkon.

Loading...
;

Sedangkan pemasukan, jika sepi sehari hanya melayani 30-40 mobil dengan kapasitas tandon 1.200 liter. Namun saat ramai bisa melayani 100 mobil per hari.

“Saya jualnya Rp10 ribu per tandon, karena kita punya saingan di Expo dan Padang Bulan, mereka juga menjualnya segitu,” ujar Bayu.

Usaha pengadaan air minum cukup menguntungkan juga disampaikan Arfan. Pria asal Buton tersebut sudah setahun menjalankan usaha Bersama temannya.

“Temanku yang punya mobil, kalau tandon saya ambil di rumah, tapi mesin saya beli bekas Rp1,5 juta,” katanya.

Arfan mengatakan sehari bisa melayani hingga 10 pelanggan di wilayah Abe, Kotaraja sampai Sentani, Jayapura, Papua. Ia membeli Rp10 ribu dan menjualnya Rp110 ribu per tandon ukuran 1.200 liter.

Sehari ia bisa mendapatkan penghasilan Rp1,1 juta.

“Biasanya saya layani dari jam 9 malam, tapi kalau ramai saya bisa antar sampai jam 12 malam,” ujar Arfan.

Penjual air lainnya, Rivol baru sebulan menekuni bisnis ini. Bersama kakaknya, pria asal Ambon tersebut melayani wilayah Abe, Waena, Buper, dan Sentani.

Rivol menjual air dengan harga berbeda-beda sesuai dengan kondisi medan maupun jenis airnya. Misalnya air biasa ia jual Rp110 ribbu, namun air yang sumbernya dari Siklop biasa ia jual Rp150 ribu.

“Tapi kalau medannya jauh seperti di Sentani atau berat seperti di Buper, itu kami jual Rp200 ribu,” katanya.

Sehari ia baru bisa melayani enam pelanggan. Hasilnya ia bagi berdua dengan saudaranya.

Rivol mengatakan untuk membuka usaha penjual air harus mendaftar secara resmi ke komunitas atau asosiasi air tandon yang ada di Jayapura, Papua.

“Saya bergabung dengan asosiasi air tandon Abepura, biaya daftarnya Rp5 juta, kita daftar supaya resmi punya SK sebagai penjual air Abepura,” katanya. (CR-7)

Editor: Syofiardi

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top