Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

BKD Papua ingatkan ASN harus netral dalam Pilkada 2020

Papua
Ilustrasi ASN Pemprov Papua. - Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Papua, Nicolaus Wenda mengingatkan Aparatur Sipil Negara atau ASN untuk tidak terlibat politik praktis dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020. Hal itu dinyatakan Wenda di Jayapura, Selasa (15/9/2020).

“Yang namanya aparatur negara harus kedepankan netralitas. Jika ada ASN yang terbukti terlibat politik praktis, sanksinya sudah jelas ada,” kata Wenda.

Meskipun sampai saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua belum menerima laporan terkait ASN yang terlibat dalam politik, Wenda menegaskan pihaknya akan berpegang kepada aturan Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang ASN. Ia menegaskan ASN yang terlibat dukung mendukung pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bisa dipecat.

BKD Papua ingatkan ASN harus netral dalam Pilkada 2020 1 i Papua

Baca juga: KPK sebut ASN sulit netral saat Pilkada

“Jangan coba-coba ada ASN yang terlibat dalam politik praktis, apalagi sampai masuk dalam tim kampanye. Sebab itu sudah menyalahi aturan, dan [bisa mendapat] sanksi disiplin, bisa berujung pemecatan,” katanya lagi.

Wenda meminta semua pihak untuk bersama-sama BKD Papua dan BKD kabupaten/kota untuk memantau ada tidaknya keterlibatan ASN dalam 11 Pilkada yang akan berlangsung di Papua pada 2020. “Jika ada ASN yang terlibat, silahkan sertakan bukti dan laporkan kepada BKD atau BKN, agar bisa di proses lebih lanjut,” tegasnya.

Baca juga: Sekda ingatkan ASN Yalimo jangan terlibat dukung mendukung Pilkada

Loading...
;

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait mengaku telah mendapat laporan dugaan keterlibatan guru di salah satu daerah pelaksana Pilkada 2020 yang kegiatan politik praktis. “Kami minta para calon tidak libatkan guru-guru menjadi bagian dari tim sukses atau lainnya yang berkaitan dengan politik,” katanya.

Sohilait mengimbau para guru di Papua bersikap netral dan tak tergoda menjadi tim sukses. Sebab, siapapun nantinya yang terpilih menjadi kepala daerah, tak mengurangi predikat seorang tenaga pendidik yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

“Saya harap para guru tetaplah menjadi seorang pendidik, sebab menjadi guru adalah sebuah panggilan tugas yang mulia. Tidak usah tergoda untuk ikut dalam politik praktis,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top