Follow our news chanel

Previous
Next

BKSDA Papua angkut 748 kilogram sampah dari Pantai C’bery

Sampah Pantai Papua
Aksi bersih-bersih sampah di Pantai C’bery di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (10/8/2020) yang diselenggarakan BKSDA Papua diikuti 100 pegawai instansi pemerintah dan relawan berbagai komunitas. – Jubi/Timo Marten

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 748 kilogram sampah diangkut dari kawasan Pantai C’bery, Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (10/8/2020). Aksi itu dilakukan dalam rangkaian acara Road to Hari Konservasi Alam Nasional atau HKAN 2020, yang dirayakan tiap 10 Agustus.

Sejumlah 748 kilogram sampah itu terdiri dari 87 kilogram sampah plastik, 300 kilogram sampah botol kaca, dan 361 kilogram sampah campuran. Aksi bersih-bersih yang diselenggarakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua, dan diikuti 100 peserta dari berbagai komunitas dan instansi pemerintah.

Aksi membersihkan pantai pada Senin itu diikuti para pegawai Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mamberamo, Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah XV Jayapura, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah X Jayapura, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan. Kehutanan (BPPHLHK) Maluku Papua Seksi Wilayah III Jayapura, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura, dan Pemerintah Distrik Jayapura Selatan. Aparat dari Pangkalan Utama TNI AL X Jayapura, Kepolisian Sektor Jayapura Selatan, maupun Komando Rayon Militer Jayapura Selatan juga turut serta dalam aksi itu, berbaur dengan para relawan dari Pemerintah Kampung Enggros, Tobati, Nafri, serta para relawan dari berbagai komunitas lainnya.

Baca juga: Kisah sedih dari Kampung Enggros-Tobati

Kepala BKSDA Papua, Edward Sembiring kepada Jubi, Selasa (10/8/2020) mengatakan asi bersih-bersih pantai itu dimulai sejak pukul 10.00 WP hingga sekitar pukul 14.00 WP. Aksi serupa juga telah digelar pada Minggu (9/8/2020) dari kawasan Nafri hingga Pantai Hamadi. “Aksi bersih sampah ini lebih mengarah ke proses edukasi kepada masyarakat,” kata Sembiring.

Menurutnya, sampah yang mencemari kawasan Taman Wisata Alam Teluk (TWA) Youtefa itu merupakan kiriman dari sejumlah sungai yang bermuara di Teluk Youtefa. Oleh sebab itu, Sembiring berharap aksi bersih-bersih sampah seperti itu dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk menjaga alam dan lingkungannya.

“Hal ini menjadi semangat dalam peringatan HKAN Tahun 2020. Perayaan HKAN menjadi momentum keteladanan dan aksi nyata memasyarakatkan konservasi alam sebagai sikap hidup dan budaya bangsa Indonesia, khususnya di Papua,” katanya.

Loading...
;

Dengan tema HKAN Tahun 2020, “Nagara Rimba Nusa” yang bermakna merawat peradaban dan menjaga alam, BKSDA Papua berharap dapat menumbuhkan semangat konservasi alam kepada semua pihak. Sembiring menyatakan generasi milenial pun tidak terlepas dari tanggung jawab menjaga alam. “Perilaku menjaga alam adalah suatu kebanggaan bersama, sekaligus kebutuhan untuk melaksanakannya,” katanya.

Baca juga: Jaga Pantai Holtekamp dari ancaman abrasi

Menurut Sembiring, aksi membersihkan sampah itu dilaksanakan serentak di seluruh kawasan konservasi di Indonesia. Karena diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, para peserta aksi itu tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan menggunakan masker dan sarung tangan, serta menjaga jarak antarorang.

Di sela-sela aksi itu juga dilakukan telekonferensi dengan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem yang berada di di TWA Angke Kapuk, Jakarta. Telekonferensi yang berlangsung sekitar pukul 11.00 – 12.00 WIT itu juga diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis KSDA se-Indonesia.

Salah satu petugas kebersihan laut Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura, Alfa Meraudje berharap masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan laut. Menurut dia, sampah yang memenuhi kawasan Teluk Youtefa merupakan sampah-sampah kiriman dari daratan. “Paling banyak [sampah] kalau hujan. Itu dari sekitar kawasan pasar ikan dan sekitarnya,” kata Meraudje.

Meraudje menuturkan, setiap hari ia dan tiga petugas kebersihan laut lainnya bekerja dua jam untuk mengumpulkan 20 karung sampah berupa plastik, botol plastik, botol kaca, bangkai kulkas, dan sampah-sampah rumah tangga lainnya. Sampah sebanyak itu diangkut dengan menggunakan satu armada. “Kalau bisa masyarakat jangan buang sampah ke laut,” kata Meraudje yang menjadi petugas kebersihan laut sejak 2013 itu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top