HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

BMKG: Waspadai cuaca ekstrim di Papua Barat

Ilustrasi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Papua, Petrus Demon Sili menjelaskan peta perubahan suhu dan kecepatan angin wilayah Papua di Jayapura, Senin (10/2/2020). - Jubi/Benny Mawel
BMKG: Waspadai cuaca ekstrim di Papua Barat 1 i Papua
Ilustrasi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Papua, Petrus Demon Sili menjelaskan peta perubahan suhu dan kecepatan angin wilayah Papua di Jayapura, Senin (10/2/2020). – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Manokwari, Papua Barat, mewaspadai dampak pergeseran matahari selama Maret 2020.

Kepala BMKG Stasiun Rendani Manokwari, Denny Putiray mengatakan, matahari sedang bergerak dari Selatan ke sebelah Utara khatulistiwa.

BMKG: Waspadai cuaca ekstrim di Papua Barat 2 i Papua

Menurutnya, akan ada perubahan musim dan daerah yang berada di wilayah khatulistiwa akan merasakan dampak perubahan tersebut.

“Masyarakat menyebutnya musim pancaroba. Dalam kondisi ini biasanya suka ada hal yang aneh-aneh. Bisa jadi akan ada hujan ekstrem, badai-badai, angin kencang, petir hingga tinggi gelombang di perairan,” katanya, Jumat (28/02/2020).

Puncak pergeseran matahari tersebut diperkirakan akan berlangsung selama bulan Maret 2020. Untuk itu ia mengimbau semua pihak mewaspadai kondisi tersebut.

Terkait cuaca ekstrim berupa hujan dengan intensitas tinggi belakangan ini, bukan hanya terjadi di wilayah Manokwari, namun seluruh wilayah di Indonesia mengalami peristiwa tersebut.

Loading...
;

Di Papua Barat, hal ini terjadi sebagai dampak atas pergerakan dua badai di sebelah Utara Australia atau sebelah Selatan Papua dan Papua Barat. Dua badai tersebut bergerak secara bergantian dari Barat ke Timur.

“Di Manokwari, Pegunungan Arfak hingga Teluk Wondama ada perbelokan udara. Ini yang memicu penumpukan awan dan terjadinya hujan,” kata dia.

Sementara, badai di perairan selatan Papua dan Papua Barat diperkirakan akan punah dalam empat hari. Badai pertama sudah hilang beberapa hari lalu dan badai kedua diprediksi akan punah pada Sabtu-Minggu.

“Badai seperti ini usianya tidak lama, paling empat hari sampai satu minggu. Badai itu terus bergerak dan akan punah dengan sendirinya,” katanya.

Menurut Putiray, yang harus diantisipasi saat ini yakni perubahan cuaca pada musim pancaroba selama Maret 2020. BMKG pun terus melakukan pemantauan dan akan mempublikasikan setiap perubahan cuaca secara rutin. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pengumuman Lagu
"Tanah Papua"

Sehubungan dengan akan dilakukannya pendaftaran lagu “Tanah Papua” yang diciptakan oleh Bapak Yance Rumbino pada Direktorat kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, untuk itu disampaikan kepada seluruh pihak masyarakat yang mengklaim sebagai pencipta lagu “Tanah Papua”, diberi kesempatan untuk mengajukan klaim atau sanggahan lagu tersebut.