Follow our news chanel

Previous
Next

BMKG Wilayah V akan menambah alat pendeteksi gempa

Petrus Demon Sili menjelaskan pusat-pusat gempa di Papua (Jubi/Benny Mawel)
BMKG Wilayah V akan menambah alat pendeteksi gempa 1 i Papua
Petrus Demon Sili menjelaskan pusat-pusat gempa di Papua (Jubi/Benny Mawel)

Catatan BMGKG menunjukan ada sejumlah patahan lokal yang berkontribusi terhadap gempa-gempa di Papua.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah V Papua akan menambah 17 alat pendeteksi gempa atau Seismograph di provinsi Papua Barat dan Papua pada 2020 ini. Penambahan alat itu diharapkan memudahkan deteksi gempa di kawasan setempat.

Dengan penambahan itu, BMKG Wilayah V Papua sudah punya 43 alat sistem pendeteksi gempa lokal maupun regional. “Sebelumnya ada 16, ditambah lagi 10 pada 2019 Jadi yang sudah ada 26. Tahun ini kami akan tambah lagi 11 di provinsi Papua Barat dan 6 di provinsi Papua,” kata kepala balai BMKG Wilayah V Papua, Petrus Demon Sili, kepada jurnalis Jubi pada Senin (10/02/2020) kemarin.

Baca juga : Alat peringatan banjir Teluk Wondama tak berfungsi

Alat peringatan dini tsunami di Sorong dan Raja Ampat tak berfungsi

Tujuh peralatan BMKG rusak, Wagub Papua: Segera perbaiki

Loading...
;

Alat pendeteksi dini gempa yang hendak dipasang itu mampu memberikan informasi tsunami dalam beberapa jam sebelum kejadian. Sedangkan alat pendeteksi gempa yang akan dipasang itu tersebar dari wilayah Selatan, di Merauke hingga wilayah Utara di Supiori. Termasuk satu alat pendeteksi gempa di wilayah tengah Papua, di kabupaten Tolikara.

Catatan BMGKG menunjukan ada sejumlah patahan lokal yang berkontribusi terhadap gempa-gempa di Papua. Di wilayah tengah Papua ada 16 patahan lokal, Patahan Mamberamo berkontribusi besar untuk gempa-gempa di tengah Papua.

Sedangkan di wilayah Utara yang berkontribusi besar dengan gempa-gempa di wilayah Utara.

“Karena itu, tahun ini kita pasang lagi dua di alat di dekat dengan Sarmi Selatan,”katanya.

Menurut da dia, gempa yang terjadi di subduksi utara bisa menyebabkan tsunami. Hal itu dibuktikan pada gempa di Biak pada 1996.

Seorang pemuda Kota Jayapura, John Uaga mengatakan musibah gempa itu bisa membuat orang panik tetapi ada juga gempa yang tidak dirasakan.

“Kalau gempa besar takut tetapi kalau kecil kadang tidak terasa. Biasa saja,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top