BNPB sediakan helikopter untuk akurasi pantauan gunung Merapi

Papua
Erupsi gunung api, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Yogyakarta, Jubi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan satu unit helikopter jenis Dauphin untuk pemantauan aktivitas Gunung Merapi. Gunung api itu diprediksi telah memasuki siklus erupsinya kembali dan telah berstatus Siaga sejak 5 November lalu. Helikopter itu juga dapat digunakan oleh pemerintah daerah yang mencakup wilayah administrasi Gunung Merapi.

“Kami dari BNPB akan menempatkan helikopter di sini, yang bisa mungkin nanti dimanfaatkan oleh Gubernur DI Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah untuk memantau perkembangan Gunung Merapi,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo, Kamis, (19/11/2020).

Baca juga : Jalur evakuasi di sekitar gunung Merapi rusak parah

Wisatawan masih kunjungi gunung Merapi meski statusnya siaga

Gejala erupsi eksplosif menguat, status gunung Merapi siaga

Ia mengaku menyerahkan unit helikopter itu saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Kamis, (19/11/2020).

Loading...
;

Helikopter itu dititipkan kepada TNI dan disiagakan di Pangkalan Udara Adi Sucipto Yogyakarta. “Nanti akan diatur oleh TNI,” ujar Doni menambahkan.

Ia berharap, tim dari Badan Geologi maupun BPPTKG pun nantinya bisa ikut menggunakan helikopter itu untuk menambah akurasi pemantauan Gunung Merapi. Dampaknya, mitigasi potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang lebih baik.

“Mungkin saat gubernur melakukan peninjauan juga bisa diikuti oleh tim Badan Geologi atau para ahli,” ujar Doni menambahkan.

Menurut Doni, penempatan helikopter BNPB tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pemerintah pusat hadir dalam rangka mitigasi dan penanganan bencana alam serta memberikan pelayanan untuk masyarakat.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Sehingga semua rencana-rencana yang berhubungan dengan antisipasi erupsi Gunung Merapi harus kita lakukan sebaik mungkin, agar mengurangi risiko, terutama korban jiwa, termasuk juga kerugian harta benda,” kata Doni menjelaskan.

BPPTKG menyebut aktivitas Gunung Merapi pada tahun ini memiliki kesamaan dengan erupsi 2006. Aktivitas Gunung Merapi kali ini berpotensi memicu terjadinya guguran lahar panas, meski  diperkirakan tidak akan lebih buruk daripada erupsi 2010. (*)

Editor : Edi Faisol

 

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top