Follow our news chanel

Boaz Solossa, mesin gol dan ‘pelayan’ yang baik

Boaz Solossa saat menjalani pemusatan latihan bersama Persipura di Kota Batu, Malang – Jubi/Media Officer Persipura
Boaz Solossa, mesin gol dan 'pelayan' yang baik 1 i Papua
Boaz Solossa saat menjalani pemusatan latihan bersama Persipura di Kota Batu, Malang – Jubi/Media Officer Persipura

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Reputasi Boaz Solossa sebagai salah satu mesin gol paling menakutkan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Namun, di balik ketajamannya di depan gawang, Boaz Solossa juga piawai menjadi ‘pelayan’ bagi rekannya sesama tim.

Boaz memulai karirnya di Persipura pada musim 2005. Pada musim pertamanya, jumlah gol Boci, sapaan akrabnya, di Liga Indonesia hanya tujuh saja, dan dua gol pada Piala Indonesia.

Di musim berikutnya, adik kandung Ortizan Solossa tersebut membubuhkan 13 gol, dimana 10 gol di Liga Indonesia dan tiga gol di Piala Indonesia.

Capaian terbaik Boci terjadi pada musim 2008/2009. Ketika itu, pemain yang punya julukan Anak Ajaib tersebut mencetak 28 gol di Indonesia Super League (ISL) dan tujuh gol di Piala Indonesia. Sebanyak 28 gol di tersebut mengantarkan dirinya menjadi top scorer dan juga pemain terbaik serta mengantarkan Persipura meraih gelar juara.

Masuk musim 2009/2010, produksi gol dari Boaz sedikit menurun yaitu hanya mencetak 17 gol di ISL. Boaz pun kembali mencatatkan namanya sebagai top scorer pada musim berikutnya yaitu 2010/2011 dengan 22 gol dan terpilih sebagai pemain terbaik serta membawa Persipura juara untuk ketiga kalinya.

Boaz kembali menjadi yang terbaik sebagai striker lokal haus gol pada musim 2013 dengan 25 gol dan untuk ketiga kalinya terpilih sebagai pemain terbaik. Termasuk membawa Persipura meraih gelar juara untuk keempat kalinya. Gelar tersebut semakin komplit karena dirinya mengemban ban kapten bagi klub Merah Hitam.

Loading...
;

Catatan apik Boaz bukan hanya soal gol. Pemain asal Sorong tersebut juga mahir menjadi ‘pelayan’ atau pemberi assist pada pemain lain. Sejauh ini, Boaz telah memberikan assist untuk gol pemain Persipura di antaranya Beto Goncalves dan Jeremiah saat ketiga pemain tersebut dijuluki trio BBJ.

Kini, Persipura memiliki dua striker yang cukup haus gol. Dua striker tersebut adalah Marinus Wanewar dan Silvanus Convailus. Marinus merupakan mesin gol Persipura yang sejauh ini telah mengemas 10 gol di semua kompetisi dan menjadi salah satu striker terbaik di Timnas U-23 dengan torehan enam gol.

Sedangkan Silvanus Convailus pernah menjadi top scorer bersama Bali United pada musim kompetisi 2017/2018 dengan torehan 37 gol. Catatannya itu juga membuat Comvalius memecahkan rekor sebagai top scorer dengan jumlah gol terbanyak semusim, sepanjang sejarah sepak bola Indonesia.

Saat bersama Arema, Convailus hanya mencetak lima gol di musim lalu. Peran Convailus tidak begitu apik karena saat bersama Arema, Convailus hanya sebagai ‘pelayan’ bagi Makan Conate.

Bersama Persipura, Jacksen Tiago selaku pelatih kepala mengaku siap mengembalikan ketajaman Convailus seperti saat sang pemain membela Bali United. Apalagi, kini di Persipura dirinya akan dimanjakan oleh umpan-umpan matang dari Yustinus Pae, Ian Kabes, Ferinando Pahabol,  Todd Ferre, bahkan sang kapten Boaz Solossa.

“Dia (Convailus) adalah pemain hebat. Kami sangat beruntung mendapatkannya tahun ini. Bagi saya, lini depan sudah komplit, apalagi lini tengah sudah didukung oleh Tahir dan Takuya Matsunaga,” kata JFT kepada Jubi belum lama ini.

Dari nama-nama ‘pelayan’ tersebut sebenarnya bisa menjadi alternatif mesin gol Persipura kala Convailus maupun Marinus tak dapat menjebol gawang lawan. Ian Kabes, Feri Pahabol, dan Todd Feree merupakan pemain yang haus gol, dan itu sudah dibuktikan oleh masing-masing pemain di setiap musim kompetisi.

Salah satu legenda Persipura Jayapura di era 90-an, Carolino Ivakdalam, menilai skuat besutan Jacksen Tiago saat ini sudah terbilang komplit. Ia pun berani menyarankan agar Persipura jangan hanya menargetkan juara Liga 1 2020, tapi sudah waktunya untuk kembali berprestasi di turnamen Asia.

Legenda yang akrab disapa Ino ini mengaku optimis Persipura bisa memenuhi targetnya sebagai kampiun Liga 1, dengan materi pemain yang baru.

“Tahun ini saya lihat bisa juara, dan jangan hanya bicara prestasi di Indonesia, tidak usahlah, kita ini kan sudah jenderal bintang empat. Artinya tinggal satu bintang lagi kita sudah melebihi jenderal, dan sekarang target kita harus ke pentas Asia, entah itu Piala AFC atau Champions Asia,” ujar Ino sapaan akrabnya. (*)

Editor:  Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top