Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Bola dan pendidikan sama-sama penting

Ricky Rikardo Cawor, satu dari puluhan calon pemain yang masuk dalam skuad bola kaki Papua untuk PON 2020 – Jubi/Frans L Kobun
Bola dan pendidikan sama-sama penting 1 i Papua
Ricky Rikardo Cawor, satu dari puluhan calon pemain yang masuk dalam skuad bola kaki Papua untuk PON 2020 – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

JUMAT 11 Oktober 2019, Jubi mendapatkan kesempatan mewawancarai satu dari puluhan pemain bola untuk cabang olahraga yang akan diikutsertakan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 mendatang.

Puluhan pemain yang sedang dalam proses seleksi itu, sedang berada di Merauke untuk menjalani laga pertandingan dengan sejumlah klub di Merauke.

Bola dan pendidikan sama-sama penting 2 i Papua

Meskipun berbagai kesibukan yang harus dijalani, namun satu sosok pemain bola kaki ini, masih berkenan meluangkan waktu untuk diwawancarai.

Dia adalah Ricky Rikardo Cawor, putra kelahiran Merauke, 26 Januari 1998. Saat ditemui di Hotel Nakoro, iapun berceritera banyak tentang bola kaki yang digelutinya sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Sejak masih di jenjang pendidikan SD, saya sudah biasa bermain bola dan bergabung dalam salah satu klub. Juga mengikuti sejumlah iven pertandingan,” ujarnya.

Dari bakat serta talenta yang dimiliki itu, dalam setiap iven pertandingan, klubnya selalu keluar sebagai juara. Lalu ia mendapat kepercayaan sebagai kapten.

Loading...
;

Seiring perjalanan waktu, demikian Ricky yang merupakan anak pertama dari orangtua Melkhior Cawor serta Emerensiana Bapaimu itu, terus mengasah talentanya hingga bergabung dalam klub Gelora Putra hingga sekarang.

Dari talenta yang dimiliki dalam mengatur bola bundar di lapangan, Ricky  menjadi perhatian beberapa klub mulai dari Persimer hingga Persemi Mimika. Tahun 2018 silam, dirinya dipanggil pelatih Persemi Mimika, Eduard Ivakdalam, bergabung kesana.

“Kurang lebih setahun saya bergabung di Persemi Mimika. Pada awal tahun 2019, tepatnya bulan Mei, dipanggil mengikuti seleksi pemain bola kaki untuk skuad Papua pada PON. Saya dipanggil ke Jayapura,” ungkapnya.

Pelaksanaan seleksi, berjalan kurang lebih empat hari.

“Memang ada beberapa teman dari Persimer Merauke dipanggil ikut seleksi. Hanya saja saya sendiri dipanggil kembali. Dalam seleksi, kita bermain, lalu pelatih melihat serta menilai,” ungkapnya.

Dari proses seleksi, akhirnya dirinya masuk tim. Selanjutnya mengikuti seleksi lebih lanjut.  Karena sampai sekarang terdapat 31 calon pemain dibawa pelatih, sekaligus mengikuti tur di sejumlah kabupaten/kota.

Nantinya, jelas dia, dari 31 pemain, akan diambil 24. Lalu menjelang pelaksanaan PON, ada tiga dicoret lagi dan jumlah 21 itu nantinya mewakili Papua dalam salah satu cabang olahraga dimaksud. Tentunya peran yang diberikan itu, harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Dia mengaku, selama ujicoba bertanding di sejumlah daerah, dirinya selalu ditunjuk pelatih mengkoordinir teman-teman lain dalam lapangan.

“Betul bahwa sampai sekarang belum ditentukan siapa yang nantinya menjadi kapten bola kaki, karena proses seleksi masih terus berlanjut. Ya, kita tunggu saja keputusan terakhir dari pelatih,” katanya.

Ricky pun meyakini dirinya akan masuk dalam skuad tim bola kaki untuk memperkuat Papua dalam PON tahun depan.

“Saya baru pertama kali dipanggil dalam seleksi pemain bola kaki untuk berlaga di PON. Ini menjadi suatu momentum menunjukkan kualitas dalam bermain. Tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri, lantaran lolos dalam proses seleksi,” ungkap Ricky yang juga pemain futsal yang selama ini bergabung di tim Spider, asuhan Flory Senda.

Iapun berjanji memberikan terbaik untuk Papua dan khususnya Merauke ketika akan bertanding nanti.

Bola dan pendidikan sama-sama penting 3 i Papua
Bersama adiknya (kiri) dan salah seorang temannya, Ricky Rikardo Cawer foto bersama – Jubi/Frans L Kobun

Meskipun saat ini Ricy masih memfokuskan perhatian untuk siap bergabung dan berlaga dalam cabor bola kaki menjelang pelaksanaan PON, namun telah ada komitmennya harus melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

“Saya sudah tamat di SMKN 1 Merauke tahun lalu. Hanya saja, tahun ini belum bisa kuliah. Karena kesibukan latihan bola kaki, apalagi telah dipanggil pelatih bola kaki guna persiapan PON 2020,” ungkapnya.

“Nama saya sudah terdaftar di Unmus sejak tahun lalu. Tetapi kalau memutuskan kuliah, sudah pasti tak berjalan maksimal, mengingat harus fokus mengikuti latihan secara kontinu,” ujarnya.

Dia berjanji tahun depan, melanjutkan studi di Unmus, meskipun ada iven pertandingan lain.

“Ya, antara bola dan pendidikan, sama-sama penting. Tetapi bagaimanapun juga, pendidikan menjadi skala prioritas,” katanya. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top