Follow our news chanel

Previous
Next

Bom bunuh diri menyasar Wapres Pakistan tewaskan warga

Papua, reruntuhan
Sisa reruntuhan akibat serangan bom, pixabay.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sebuah ledakan terjadi saat iringi-iringan Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh di Kabul tengah, pada Rabu (9/9/2020) pagi tadi. Aksi bom bunuh diri yang menyasar Saleh ini menewaskan sedikitnya 10 warga sipil dan lebih dari 12 orang lainnya luka-luka.

“Serangan teroris ini gagal dan Saleh selamat dan baik-baik saja,” kata Kepala kantor wakil presiden Afghanistan, Razwan Murad, yang mengatakan ajudan saleh terluka dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

Baca juga :  Bom bunuh diri tewaskan 43 pejabat Afganistan 

Serangan bom di Afghanistan Timur lukai ratusan orang 

Afghanistan kutuk pemboman masjid di Pakistan

Juru bicara kementerian dalam negeri, Tareq Arian mengatakan laporan awal menunjukkan 12 orang terluka akibat ledakan tersebut.

Loading...
;

Seorang ajudan Saleh yang berbicara secara anonim kepada AFP mengatakan pelaku bom bunuh diri melakukan aksinya dengan menyasar iring-iringan mobil wapres ketika meninggalkan rumah menuju tempat kerja.

Saleh dalam penampilannya di televisi mengatakan jika ia hanya mengalami luka bakar ringan di salah satu tangannya. Putra bungsu yang saat kejadian berada di dekatnya juga saat ini dalam kondisi baik-baik saja.

“Saya dan putra bungsu saya yang juga bersama saya baik-baik saja. Saya mengalami luka bakar ringan di wajah dan tangan saya akibat ledakan,” kata Saleh.

Teror yang menyasar iring-iringan Saleh dilaporkan juga turut menjalar ke sejumlah toko yang menjual tabung gas hingga memicu ledakan besar. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri tersebut. Taliban dengan cepat menyangkal bahwa mereka sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Aksi serangan yang menyasar Saleh bukan pertama kali terjadi. Tahun lalu jelang pemilihan presiden, ia dilaporkan selamat dari sebuah serangan. Saleh merupakan mantan kepala intelijen negara yang secara lantang kerap mengkritik keberadaan kelompok militan Taliban di Afghanistan. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top