Follow our news chanel

Previous
Next

Bougainville, rebutan SDA antara Amerika Serikat dan China

Bougainville referendum-Jubi/bougainvillenews.com
Bougainville, rebutan SDA  antara Amerika Serikat dan China 1 i Papua
Bougainville referendum-Jubi/bougainvillenews.com

Sekutu Amerika Serikat ini telah berusaha menutupi kekurangan dana sebesar US $ 2 juta.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi– Referendum bagi warga negara Bougainville telah mendorong negara negara sekutu Amerika Serikat seperti Australia, Jepang dan Selandia Baru bangkit dari tidur lamanya di Pasifik. Sekutu Amerika Serikat ini telah berusaha menutupi kekurangan dana sebesar US $ 2 juta.

Hal ini bagi Amerika Serikat dan sekutunyasangat penting untuk menyisihkan Tiongkok dalam menyokong dana bagi referendum di salah satu wilayah provinsi otonomi Papua New Guinea.  Dikutip dari Reuters negara negara Barat pimpinan Amerika Serikat berusaha mengendalikan pengaruh China di Pasifik.

Berita terkait :  Referendum Bougainville : Tim berangkat ke Australia dan Kepulauan Solomon

Referendum Bougainville : Cara Melanesia tangani konflik bersenjata

Presiden Bougainville dan Menteri Urusan Bougainville PNG akan buka referendum

Loading...
;

Pemungutan suara  bagi masyarakat Bougainville di wilayah otonom Bougainville maupun di luar seperti di Australia dan Solomon Island berlangsung “Sabtu (23/11/2019) sampai dengan Sabtu (7/12/2019).”

Wilayah-wilayah Pasifik Selatan setelah Perang Dunia Kedua, Amerika Serikat dan sekutunya sebagai pemenang perang melawan Jepang, merasa berhak dan menyatakan dirinya penguasa wilayah ini.

Tersingkirnya sekutu dekat Amerika Serikat negara Taiwan dari Kepulauan Solomon membuat negara negara Barat mulai berpikir panjang untuk membatasi ruang gerak negara tirai bambu China ini.

Sebaliknya Papua New Guinea (PNG) mengabaikan Australia dan meminta China untuk membiayai kembali utang nasional sebesar  US $ 7,8 miliar. Sekali lagi negara adidaya Asia ini tidak diblokir untuk membantu tetapi juga tidak diundang untuk berkontribusi dalam pendanaan referendum.

“Hanya saja undangan (ke China) itu tidak pernah datang, atau, lebih tepatnya, tidak pernah dikirim,” kata salah satu sumber kepada Reuters.

Hasil referendum Bougaiville akan terlebih dahulu diratifikasi oleh parlemen nasional Papua Nugini, pasalnya PNG adalah kontributor terbesar penyandang dana karena telah menyisihkan 18,7 juta kina. Komisi referendum Bougainville tidak menanggapi pertanyaan mengapa China penyandang dana utama untuk PNG dan wilayah itu, tidak berkontribusi.

Sejarah wilayah Bougainville selama Perang Pasifik atau Perang Dunia sebagai lokasi strategis, menampung beberapa pangkalan pesawat angkatan laut dari tentara Jepang yang menduduki kekaisaran.

Jenderal Douglas Mac Arthur menyebut Base F di Finshaven, Lae Papua New Guinea sedangkan Base G di Hollandia sekarang Jayapura, Papua. Wilayah Papua bagian Barat perusahaan tambang Freeport dari Amerika Serikat sudah melakukan kontrak karya 1967 atau dua tahun sebelum pelaksanaan referendum 1969 di Irian Barat.,Jadi tak heran sudah 52 tahun Freeport beroperasi di Bumi Amungsa.

Sedangkan tambang nikel China atau Metallurgical Corporation of China di Madang baru 15 tahun.Cilakanya perusahaan tambang nikel milik China ini membuang limbah ke laut, di Teluk Basamuk Madang. Perusahan tambang di Papua milik Freeport juga membuang limbah sisa pasir tambang langsung ke kali dan sedimentasi dataran rendah Kabupaten Mimika menjadi dangkal.

Kembalinya Amerika Serikat dan sekutunya ke Pasifik Selatan setelah meningkatnya pengaruh China di wilayah yang pernah menjadi danau besar bagi Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Belanda (Nederlands Nieuw Guinea), Australia dan Selandia Baru.

Meskipun pengaruh China di Pasifik dianggap baru sebenarnya kontak dagang dengan orang orang Tiongkok secara tradisional telah terjalin lama di Pasifik, Lihat saja sampai saat ini masih ada peranakan China di PNG, Fiji dan Perancis (Peranakan China Serui) di Papua Barat.

Kunjungan Menlu AS belum lama ini ke Mikronesia telah menyoroti kecemasan AS terhadap meningkatnya pengaruh China, apalagi Taiwan sekutu dekat AS telah angkat kaki dari Kepulauan Solomon karena kekuatan Yuan Tiongkok.

Perusahaan China yang mengelola tambang Nikel di Ramu Nicel di Provinsi Madang diduga sejak Agustus 2019 telah membuang limbahnya sehingga habitat dan lingkungan rusak. Ikan tercemar limbah di Madang membuat masyarakat di Kota Jayapura enggan makan ikan, begitupula masyarakat di Biak. Walau pihak pemerintah membantah bahwa ikan di Kota Jayapura tidak terkontaminasi logam berat limbah tambang nikel.

Sebenarnya limbah tambang bukan saja di Madang, tambang Freeport di Grasberg juga pernah diduga menyebabkan sedimentasi sungai sehingga warga masyarakat di Kampung Omawita, Mimika mengeluh siput, kerang dan tombelo berwarna bintik bintik hitam.

Bahkan mata rantai makanan di kawasan estuari Mimika diduga telah terputus menyebabkan ikan-ikan hasil panen warga Mimika cepat busuk. Bukan hanya itu saja Sungai Fly yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Merauke juga pernah kena dampak tailing dari tambang Ok Tedi di PNG.

Menelisik sejarah pertambangan  di Bougainville pertama kali diusahakan oleh Bougainville Copper Limited (BCL),perusahaan pertambangan Papua Nugini (PNG) yang terdaftar di Australian Securities Exchange (ASX). BCL mengoperasikan tambang tembaga, emas dan perak di Panguna di Bougainville tengah (Pulau Bougainville) di PNG dari tahun 1971 hingga 1989.

Operasi penambangan secara resmi dihentikan pada 15 Mei 1989, karena aktivitas militan dan tambang itu tetap ditutup sejak itu.

Meskipun raksasa pertambangan Rio Tinto Group, yang secara historis pemegang saham utama Bougainville Copper Limited,  pada 30 Juni 2016 mentransfer 53,8 persen kepemilikan sahamnya untuk distribusi kepada Pemerintah Bougainville Otonomi dan Papua Nugini.

Akankah pemerintah Bougainville merdeka akan kembali menjalin hubungan dengan negara negara Barat pimpinan Amerika Serikat yang telah menyumbang dana referendum. Ataukah mengikuti negara induknya  PNG bergandengan tangan dengan China dalam investasi tambang di Bougainville. Lihat saja nanti pasca referendum? (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top