BPH Migas dan Pertamina resmikan 15 stasiun BBM satu harga seIndonesia di Manokwari

Papua
Peresmian empat titk BBM satu harga di Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No.1 News Portal | Jubi

 Manokwari, Jubi – Badan Pengatur Hilir Minyak dan gas bumi (BPH Migas), bersama PT. Pertamina meresmikan 15 stasiun BBM satu harga serentak di 8 Provinsi di Indonesia, yang dipusatkan di Manokwari, Papua Barat.

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa, mengatakan 15 titik stasiun BBM satu harga yang diresmikan (hari ini), empat titik diantaranya berada di Papua Barat, dua titik di Papua, dan 9 titik lainya di luar tanah Papua.

“Empat stasiun BBM satu harga di Papua Barat, berada di kecamatan kepulauan Ayau Raja Ampat, kecamatan Matemani Sorong Selatan, serta dua kecamatan di Teluk Bintuni yaitu Weriagar dan Aroba,” kata pria yang karib disapa Ifan.

Dia mengakui bahwa hingga saat ini total 209 titik (lokasi) BBM satu harga telah diresmikan dan beroperasi termasuk 15 titik pada hari ini.

“Karena program kita sampai tahun 2024, yaitu dapat mencapai 500 lokasi BBM satu harga sesuai komitmen Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Menurut Ifan, program BBM satu harga, bukan hanya masalah pertumbuhan ekonomi, tapi yang lebih penting adalah keadilan kewilayahan berbasis energi terutama BBM.

“Jadi kita membalik logika ekonomi, bukan pertumbuhan yang menyebabkan keadilan, tapi keadilan [pemerataan] yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil,” katanya lagi.

Loading...
;

Direktur perencanaan dan pengembangan bisnis PT.Pertamina, Mars Ega L.Putra, mengatakan program BBM satu harga tak sa bertujuan untuk samakan harga (Rp), tapi juga bertujuan menggerakkan roda perekonomian wilayah agar lebih produktif.

Sepanjang tahun 2020, sebut Ega, sebanyak 39 stasiun BBM satu harga telah diresmikan dan sedang beroperasi.

“Target kami hingga akhir tahun ini bisa capai 83 titik,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Papua Barat, M.Lakotani, mengatakan peresmian perdana empat titik BBM satu harga di Papua Barat, merupakan keseriusan pemerintah pusat [program Presiden] untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

“Saya harap distribusi BBM dapat diatur tertib dan kontinyu sehinga dapat menunjang berbagai aktivitas masyarakat di daerah,” kata Lakotani. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top