Follow our news chanel

BPKLN Papua : Semua pihak harus hargai keputusan pemerintah PNG

 

BPKLN Papua : Semua pihak harus hargai keputusan pemerintah PNG 1 i Papua
Pintu lintas batas Indonesia-PNG yang ada di Skouw-Wutung – Dok.Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua, meminta semua pihak patuh dan menghargai keputusan Pemerintah Papua Nugini (PNG), menutup semua pintu masuk maupun keluar Pos lintas batas. Meskipun ada kerugian yang akan dialami kedua negara (Papua-Indonesia dan PNG).

Kepala BPKLN Provinsi Papua Suzana Dewijana Wanggai, mengatakan alasan pemerintah PNG untuk menutup semua pintu lintas batas adalah demi keamanan negara, agar tidak terdampak wabah corona.

“Ini merupakan hak pemerintah PNG demi keamanan negara. Untuk itu, kebijakan ini harus diikuti dan dihargai oleh pemerintah Indonesia maupun Papua. Muda-mudahan wabah Corona ini bisa segera teratasi sehingga bia dibuka kembali,” kata Suzana di Jayapura, Sabtu (29/2/2020).

Mengenai batas waktu, ujar ia, memang tidak ada pemberitahuan dari Pemerintah PNG, hanya saja soal ini akan ditanyakan saat joint meeting bersama Pemerintah Sandaun yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami harap pemerintah Sandaun bisa tanyakan hal ini ke pemerintah pusat mereka. karena kalau bicara dari sisi ekonomi memang ada kerugian besar, dan itu tidak hanya dirasakan oleh pemerintah Papua saja, tetapi PNG juga,”.

Loading...
;

“Apalagi selama ini kan paling banyak dari pihak mereka (PNG) yang datang berbelanja di pasar perbatasan yang ada di Skouw, yang mana biasanya seratusan orang yang berbelanja, tapi dengan adanya penutupan ini tentu tidak ada,” ujarnya.

Menurut ia, sejauh ini banyak wisatawan dari China maupun Jepang yang mengunjungi PNG, bahkan beberapa waktu lalu pemerintah setempat ada menolak kedatangan para pelancong yang akan turun ke Rabaul.

“Mereka (wisatawan) datang dengan menggunakan kapal turis, yang mana jumlah mereka sekitar 3 ribuan orang tapi tidak diizinkan turun. Jadi memang pemerintah PNG sangat ketat sekali soal ini, kalau memang tutup ya benar-benar di tutup,” katanya.

Secara terpisah, Wiwi Nae, warga Kota Jayapura mengaku sejak ditutupnya pintu perbatasan yang ada Skouw-Wutung, tingkat kunjungan masyarakat untuk berlibur ke daerah perbatasan sangat kurang.

“Biasanya sabtu atau tidak minggu banyak warga yang datang ke perbatasan. Ini saja tadi saya kesana tidak ramai seperti biasanya. Paling banyak yang datang karena tidak tahu kalau pintu perbatasan ditutup sementara,” kata Wiwi. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top