Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

BPPRD Nabire tertibkan Los Pasar Oyehe

BPPRD Nabire tertibkan los pasar Oyehe

 

BPPRD Nabire tertibkan Los Pasar Oyehe 1 i Papua
Petugas saat menertibkanLos Pasar Oyehe Nabire –Jubi/Dok BPPRD Nabire.

Nabire, Jubi – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Nabire menertiban Los Pasar Oyehe. Selain penertiban, juga dilakukan penyerahan 61 SK kontrak los pasar itu kepada pedagang.

“Penertiban sebenarnya sudah dilakukan sejak Desember tahun lalu dengan tahapan pendataan kembali, sosialisasi dan pemberkasan sesuai permasalahan. Sebab pbanyak los sudah banyak berubah ukurannya, karena ditambah – tambah,” ujar sekretaris BPPRD Fatmawati kepada Jubi di Nabire. Kamis (07/03/2019).

Dikatakan Fatmawati, dari 97 los milik Pemda Nabire, baru 61 los yang memenuhi syarat. Sedangkan sisanya masih diselesaikan persoalan sewa menyewanya.

Pada Februari kemarin, pengukuran diseragankan dan PKL seperti sol sepatu, penjual jam dan kacamata serta jualan sepatu diarahkan untuk mengisi teras los agar tidak menghalangi arus kendaraan keluar masuk pasar.

“Penertiban dilakukan bersama Sat Pol PP yang mengeksekusi PKL yang tidak mengindahkan aturan,” katanya.

Sementara itu, untuk mama – mama penjual sayur dan pinang yang berjumlah lebih kurang 15 orang, dijelaskan Fatmawati, akan disediakan tempat dengan ukuran sama serta ditata rapi.

Loading...
;

Untuk itu, mereka ini diwajibkan membayar retribusi harian sebesar seribu rupiah perhari sesuai Perda. Sedangkan untuk los milik Pemda diwajibkan membayar retribusi sewa los dan sewa tanah sesuai ukuran.

Jika pedagang tidak membayar retribusi, menambah ukuran los atau menyewakan ke orang lain, maka Pemda akan mencabut hak pakainya

Terpisah, seorang pengguna los pasar Oyehe mengatakan bersyukur telah ada penertiban dari BPPRD Nabire. Sebab selama ini banyak yang disalah gunakan.

“Terima kasih kepada petugas yang telah menertibkan. Sebab di sini ada yang biasanya sewa di atas sewa. Padahal tidak dibolehkan,” kata pedagang yang minta namanya jangan disebutkan, karena tidak enak pada rekan sesama pedagang itu.(*)

Editor: Syam Terrajana

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top