Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

BPSPL Denpasar temukan plastik pada usus penyu hijau yang sudah mati

Mantan Menteri John Pundari mengatakan November tahun ini kantong plastik akan dilarang di PNG dan segala bentuk kantong plastik lainnya, seperti biodegradable juga tidak diperbolehkan. - Post-Courier
BPSPL Denpasar temukan plastik pada usus penyu hijau yang sudah mati 1 i Papua
Mantan Menteri John Pundari mengatakan November tahun ini kantong plastik akan dilarang di PNG dan segala bentuk kantong plastik lainnya, seperti biodegradable juga tidak diperbolehkan. – Post-Courier

“Dugaan kematian penyu disebabkan oleh benda asing tersebut, sehingga pada saluran pencernaan terjadi obstruksi, puntiran, dan trauma pada usus halus,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Denpasar, Jubi – Benang pancing, plastik, dan keong kecil yang disertai sisa makanan ditemukan pada usus seekor penyu hijau atau Chelonia mydas yang mati.  Temuan mengejutkan itu berdasarkan nekropsi oleh  Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut berkoordinasi dengan ADHMAI (IAM Flying Vet) atau Kedonganan Vet, WWF, Turtle Guard FKH Udayana.

BPSPL Denpasar temukan plastik pada usus penyu hijau yang sudah mati 2 i Papua

“Dugaan kematian penyu disebabkan oleh benda asing tersebut, sehingga pada saluran pencernaan terjadi obstruksi, puntiran, dan trauma pada usus halus,” kata Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Permana Yudiarso, Rabu, (6/5/2020).

Baca juga :  Kota Jayapura tekan penggunaan kantong plastik hingga 50 persen

DKP Nabire minta masyarakat ikut menjaga pantai dari sampah plastik

DKP Nabire minta masyarakat ikut menjaga pantai dari sampah plastik

Loading...
;

Permana menyebutkan penyu hijau memiliki panjang 40 cetimeter dan lebar 38 centimer dengan berat 6,5 kilogram itu awalnya ditemukan terapung oleh petugas patroli TNI-AL Lanal Denpasar pada Jumat awal mei di Perairan Kelan, Badung.  Penyu itu lemas tapi ketika dilepasliarkan kembali serta tidak berenang dan diam terapung tidak bergerak.

Tim Kedokteran Hewan FlyingVet kemudian melakukan observasi termasuk cek kesehatan, ambil sampel darah, dan rontgen pada penyu hijau. “Pada Sabtu esok hari penyu itu ditemukan sudah mati di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan,” kata Permana menjelaskan.

Ia mengatakan penyu hijau yang sudah mati itu lalu dibekukan di freezer milik TCEC Serangan agar tidak mengalami pembusukan karena akan dilakukan nekropsi. Sebelum dilakukan nekropsi penyu hijau didiamkan dalam suhu ruangan agar mudah untuk dilakukan proses nekropsi (tidak membeku).

Permana menjelaskan untuk kasus penyu mati memang banyak, hasil pendataan sejak dua tahun lalu terutama sering ditemukan penyu terdampar di pantai dan sudah mati.

“Banyak penyu ditemukan di daerah pantai Perairan Perancak, Kabupaten Jembrana. Untuk di sekitar Badung, Gianyar, Kota Denpasar penyu mati agak jarang ditemukan,” katanya.

BPSPL Denpasar telah mendata di tahun 2019 dalam kegiatan respon cepat bahwa ada 10 kejadian penyu mati terdampar yang ditemukan di perairan Bali. Kemudian ada sembilan penyu lekang ditemukan banyak mati di perairan Kabupaten Jembrana dan terdampar di pantai, serta satu penyu sisik mati terdampar di temukan di Denpasar. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top