Rencana buat panggung Gebyar PON Papua berujung musibah kebakaran

Papua-kebakaran ruko di Sentani Kab Jayapura
Puing-puing bangunan ruko di kawasan Bandara Sentani yang terbakar Selasa (7/9/2021) dini hari, kini sudah dipasang garis polisi - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Rencana membuat panggung untuk acara Gebyar PON XX Papua di lapangan Theys Eluay berujung kebakaran satu unit ruko di kawasan Bandara Sentani, Selasa (7/9/2021), sekitar pukul 00.05 dini hari yang berdampak kepada belasan ruko lainnya yang berdempetan di kawasan tersebut.

Kebakaran awal terjadi dari ruko milik Iriyanto Ondi yang berada di belakang Kantor Kepolisian Sektor Bandar Udara Sentani. Kebakaran dipicu oleh pelemparan  botol besar berisi bensin di dalamnya oleh sekelompok massa yang datang tiba-tiba.

Anto Ondi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa peristiwa nahas ini terjadi akibat Pemerintah Kabupaten Jayapura, dalam hal ini bupati, yang tidak melakukan koordinasi dengan dirinya sebagai pemilik hak ulayat.

“Koordinasi Bupati Jayapura hanya dengan Yanto Eluay. Padahal, Bupati Jayapura sangat mengetahui lokasi yang akan digunakan untuk panggung Gebyar PON XX Papua ini adalah milik kami,” kata Anto Ondi saat ditemui Jubi di kediamannya yang habis terbakar di kawasan Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (7/9/2021).

“Siang hari kemarin (Senin, 6 September 2021), kami melihat ada aktivitas pembersihan di halaman dekat makam Theys Eluay. Pada malam harinya ada sejumlah truk yang sudah ada di lokasi tersebut dengan peralatan lengkap kebutuhan panggung. Kami datangi sebagai pemilik hak ulayat dan mempertanyakan atas izin siapa lahan dan tempat tersebut digunakan,” imbuhnya.

Dikatakan, ada panitia di tempat tersebut yang mengkonfirmasikan kehadiran kami kepada penanggung jawab kegiatan, Ekbert Kopeuw, melalui telepon seluler. Lalu Ekbert Kopeuw berkomunikasi dengan dirinya terkait pengggunaan tempat tersebut. Ekbert Kopeuw minta Selasa (7/9/2021) pagi dirinya datang ke Sekretariat Sub PB PON XX Papua Kabupaten Jayapura untuk membicarakan terkait pengggunaan tempat tersebut.

“Kami sepakat atas pembicaraan tersebut dan pulang kembali ke rumah. Namun sekitar pukul 00.05, tiba-tiba Yanto Eluay bersama massa sekitar 40 orang datang menyerbu rumah saya dengan melempar botol yang berisikan bensin. Botol yang dilempar ini meledak dan rumah kami terbakar serta merambat dengan cepat ke ruko-ruko yang ada di sekitar rumah kami, termasuk sebagian kantor Polsek Bandara Sentani,” ungkapnya.

Loading...
;

Dampak dari peristiwa ini, kata Ondi, tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp10 miliar atas empat ruko beserta isi miliknya yang ludes terbakar tanpa sisa. Laporan untuk proses hukum sudah dimasukkan kepada pihak berwajib.

“Tahun 2019 lalu dalam proses penyelesaian sengketa tanah di Sentani, Pemerintah Kabupaten Jayapura sudah mengetahui tempat atau lahan dan siapa pemiliknya. Harusnya koordinasi langsung dengan pemilik tanahnya bukan kepada orang lain yang bukan pemilik hak ulayat,” kata Anto Ondi.

Baca juga: Obor api PON Papua buatan dalam negeri, tahan 3 jam dan anti hujan

Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus WA Maclarimboen, menjelaskan terkait peristiwa ini pihaknya sudah mengamankan satu orang yang diduga menjadi aktor utama dari peristiwa tersebut yakni Yanto Eluay. Di hadapan polisi, yang bersangkutan juga sudah mengakui jika peristiwa itu atas dasar perintahnya.

“Dia mengakui itu perbuatannya. Dia mengakui juga dia yang memimpin (aksi lempar botol ke ruko),” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top