TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Buchtar Tabuni: Saya tetap akan memperjuangkan ideologi Papua merdeka

Ketua Parlemen Nasional West Papua, Buchtar Tabuni
Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP), Buchtar Tabuni saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura, Jumat (25/3/2022). - Jubi/Theo Kelen

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Parlemen Nasional Papua Barat atau PNWP, Buchtar Tabuni mengatakan ia akan tetap memperjuangkan ideologi Papua merdeka. Tabuni menyatakan ideologi Papua merdeka akan tetap ia perjuangkan selama sisa umur hidupnya.

Hal itu dinyatakan Buchtar Tabuni saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura, Jumat (25/3/2022). Keterangan pers itu disampaikan Tabuni sehari setelah ia sempat ditangkap dan diperiksa penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jayapura pada Kamis kemarin, hingga akhirnya ia dibebaskan pada Kamis malam. Tabuni dan enam orang lainnya ditangkap polisi karena Tabuni menyuruh kerabatnya memukul seorang polisi yang tanpa izin merekam video di dalam rumah Tabuni.

Dalam keterangan pers pada Jumat, Tabuni menjelaskan bahwa selama pemeriksaan penyidik Polresta Jayapura fokus bertanya tentang pemukulan polisi yang terjadi di rumah Tabuni. Menurutnya, penyidik itu tidak bertanya tentang aktivitas politik Buchtar Tabuni selaku Ketua PNWP.

Baca juga: Buchtar Tabuni: Polisi harus hargai privasi orang

Akan tetapi, usai pemeriksaan, Tabuni sempat diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ideologi NKRI. Tabuni menolak permintaan itu.

“Saya bilang kalau idelogi Papua merdeka itu profesi saya. Dan saya tidak akan tandatangan [surat] pernyataan itu,” kata Tabuni kepada para wartawan.

Tabuni menjelaskan kepada penyidik bahwa ia akan menandatangani surat pernyataan itu apabila redaksionalnya diubah. Penyidik itu lalu mempersilahkan Tabuni merumuskan sendiri redaksional yang ia inginkan.

“Lalu saya bilang, saya tetap jalankan idelogi Papua merdeka, namun saya tidak [akan] melanggar hukum. Akhirnya redaksi itu mereka ubah,” ujarnya.

Tabuni mengatakan ia berhak berbicara tentang idelogi Papua merdeka selama tidak melakukan hal-hal yang bersifat melanggar hukum. Misalnya ketika berbicara Idelogi Papua merdeka kemudian menyuruh melakukan pengurusakan atau memukul orang. “Kalau bebas bicara [Papua merdeka], itu perjuangan saya,” katanya.

Baca juga: Buchtar Tabuni dan 6 orang lainnya ditangkap polisi

Tabuni meminta agar Kapolda Papua bisa mendisiplinkan anggotanya ketika sedang bertugas. Sebab polisi dinilai terlalu berlebihan dan tidak sopan saat datang ke lokasi pertemuan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

“Datang dengan kekuatan penuh, tiba-tiba ambil gambar. Sudah pasti saya marah, itu melanggar hak privasi saya dan keluarga saya,” ujarnya.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Mathius D Fakhiri setelah penangkapan Buchtar Tabuni menyatakan Tabuni dan enam orang lainnya ditangkap karena melakukan penyerangan dan mengeroyok anggota tim patroli Polresta Jayapura. Insiden itu terjadi saat tim patroli itu mendatangi rumah Buchtar Tabuni, karena menerima informasi ada pertemuan ULMWP digelar di sana.

“Sebelum patroli, aparat mendapat informasi adanya rapat di rumah Buchtar Tabuni yang dilakukan sekelompok pemuda yang menamakan diri Pemerintah Sementara West Papua, ULMWP,” kata Fakhiri. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us