Follow our news chanel

Bukit Holang, padang ilalang yang diubah jadi tempat santai dan swafoto

Pengunjung saat foto-foto di Bukit Holang - Jubi/Yance Wenda
Bukit Holang, padang ilalang yang diubah jadi tempat santai dan swafoto 1 i Papua
Pengunjung saat foto-foto di Bukit Holang – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pariwisata salah satu sektor yang menjanjikan. Masyarakat Sentani dan sekitarnya mulai melihat peluang itu. Salah satu yang mulai dilakukan adalah memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk diubah menjadi tempat wisata.

Lahan di belakang kampus Universitas Yapis Papua (Uniyap) di Sentani Kota Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, adalah salah satu contohnya. Tempat ini dulunya hanya lahan luas yang ditumbuhi ilalang, batu, dan pohon. Namun kini pemilik tanah mulai mengubahnya menjadi tempat bersantai dan berswafoto. Tempat ini sekarang dikenal sebagai Bukit Holang.

Yuita Jikwa (22), perempuan asal Bokondini Kabupaten Tolikara, mengatakan dirinya bersama suaminya tertarik untuk mengelola tempat ini menjadi tempat wisata karena tertarik dengan tempat lain.

“Awalnya hanya karena tertarik saja dengan tempat-tempat wisata yang lain jadi kami coba kelola tempat ini. Tanah ini yang punya bapa tua,” jelas Jikwa, saat ditemui Jubi di Sentani, Rabu (3/7/2019).

Tempat wisata Holang baru dibuka sebulan lalu dan belum terlalu banyak dikunjungi wisatawan.

“Pengunjung masih sedikit, mungkin karena masih baru, jadi belum banyak yang tahu tempat ini. Mereka yang datang biasanya foto-foto untyk di-update di Facebook, Instagram, atau Twitter. Mereka saling baku kasih tahu dan mulai banyak yang datang,” jelas ibu satu anak ini.

Loading...
;

Setiap pengunjung yang datangan untuk foto menyebut tempat ini Krisna karena hanya ada satu pohon mangga di bukit yang cukup luas tersebut.

“Pengunjung bilang itu Bukit Krisna karena hanya ada pohon satu pohon mangga. Tapi nama tempat ini Bukit Holang,” jelas Jikwa

Perempuan asal Bokondini ini mengatakan awalnya pengunjung yang datang ke tempat ini tidak dikenai biaya. Namun kini dikenakan tarif bagi pengunjung.

“Hanya untuk bayar parkir. Motor bayar Rp10 ribu dan mobil Rp20 ribu,” jelasnya.

Jikwa menjelaskan hasil pemasukan dari tempat wisata Bukit Holang ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami bagi dengan kaka yang tua. Hasilnya kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, makan dan minum,” ucapnya.

Tempat wisata Bukit Holang ini rencananya akan dikembangkan. Sejauh ini Jikwa dan keluarganya masih mengandalkan dari usaha sendiri.

“Rencananya, ke depan kami akan tata tempat ini supaya lebih bagus lagi,” ungkapnya.

Irwan, seorang pengunjung Bukit Holang, mengatakan dirinya baru mengetahui tempat ini.

“Saya baru tahu juga. Saya tahu dari teman-teman, mereka update foto di Instagram baru,” katanya.

Menurutnya, Bukit Holang cukup baik dan perlu dikelola lebih baik lagi.

“Ini bagus kalau foto, itu ada Gunung Cycloop di belakang, jadi pemandangannya bagus,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top