Follow our news chanel

Previous
Next

Buku “Puisi, Kehidupan, dan Cinta” diluncurkan

Para peserta peluncuran antologi puisi karya Grets Walilo berfoto bersama. - Jubi/Hengky Yeimo
Buku "Puisi, Kehidupan, dan Cinta" diluncurkan 1 i Papua
Para peserta peluncuran antologi puisi karya Grets Walilo berfoto bersama. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Duta Bahasa Nasional Provinsi Papua Tahun 2019, Grets Walilo meluncurkan buku antologi puisi karyanya, “Puisi, Kehidupan, dan Cinta” di Jayapura, Papua, Selasa (10/12/2019). Buku perdana Grets Walilo itu dilatarbelakangi kisah cinta sang penulis.

Grets Walilo meluncurkan bukunya di Aula Balai Bahasa Papua di Jayapura. “Selain buku yang diluncurkan hari ini, saya juga sedang menuliskan empat buku yang belum dicetak. Buku yang belum dicetak itu adalah buku karya sastra,” kata Walilo.

Walilo mengatakan “Puisi, Kehidupan, dan Cinta” dibagi dalam tiga bagian. Ketiga bagian itu memiliki tema yang mirip dengan judul antologi puisi Walilo tersebut, yaitu puisi, cinta, dan kehidupan. “Buku ini saya tuliskan setelah saya putus cinta. Saya berusaha keluar dari masalah [itu], dan mencoba mengungkapkan permasalahan, kegelisahan, [serta] kerinduan [saya] dalam bentuk puisi,” katanya.

Walilo berpesan kepada generasi muda yang menghadiri pelucuran antologi puisi itu untuk berani menghadapi masalah dan jangan cepat frustasi. Walilo mengajak generasi muda di Papua untuk mengasah kemampuan membaca dan menulis, agar dapat membangun gerakan literasi di Tanah Papua.

“Luangkan waktu [kita] untuk membaca dan menulis. Kalau kita terjerumus ke hal yang negatif, kita tidak bisa berkarya bagi Tanah Papua,” kata Walilo.

Staf peneliti Balai Bahasa Papua, Ummu Fatima Lestari mengatakan Balai Bahasa Papua memiliki program pembinaan dan pemasyarakatan bahasa bagi generasi muda. “Melalui program itu kami membina generasi muda untuk menulis dan membaca. [Hal itu penting] untuk menumbuhkembangkan literasi di bagian timur Indonesia,” katanya.

Loading...
;

Ummu mengatakan antologi puisi yang ditorehkan Grets Walilo menunjukkan keterampilan Walilo dalam menulis, karena memiliki bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. “Dari ratusan puisi yang dituliskan, saya menyukai puisi berjudul ‘Favorit’. Puisi itu menggambarkan seluruh tema dalam buku Walilo, yaitu puisi, kehidupan, dan cinta itu sendiri,” kata Ummu.

Ummu menyebut Walilo berhasil menelaah makna kehidupan dan cinta. Ummu juga merasakan bait-bait puisi Walilo adalah ungkapan mendalam dari hati penulisnya. “Dari sisi kehidupan, [puisi Walilo] merefleksikan kondisi keluarganya, teman, bahkan kekasih yang meninggalkannya. [Hal] itu ditelusuri dengan baik [oleh Walilo],” katanya.

Ummu juga menilai Walilo berhasil menonjolkan pemaknaan cinta dalam menyelami kehidupannya. “Bagaimana dia mengungkapkan cinta di dalam cinta, dan cinta yang berjuang demi sebuah cinta yang hilang,” katanya.

Ummu mengatakan pelucuran buku Walilo merupakan program pertama Balai Bahasa Papua untuk memfasilitasi para penulis muda Papua menerbitkan buku mereka. Ia menyatakan akan mengusulkan kepada atasannya untuk membuat program reguler penerbitan buku karya para penulis muda Papua.

“Saya mengapresiasi peluncuran buku itu. Pada masa mendatang, kami akan memfasilitasi generasi muda Papua untuk menulis buku,” ujar Ummu.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top