Follow our news chanel

Previous
Next

Bupati instruksikan status tanggap darurat Covid-19 di Nabire segera disosialisasikan

Para kepala distrik, kepala kelurahan, dan kepala kampung dalam pertemuan dengan Bupati Nabire – Jubi/Titus Ruban
Bupati instruksikan status tanggap darurat Covid-19 di Nabire segera disosialisasikan 1 i Papua
Para kepala distrik, kepala kelurahan, dan kepala kampung dalam pertemuan dengan Bupati Nabire – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, menginstruksikan kepada para kepala distrik, lurah, dan kepala kampung (kakam) untuk segera mensosialisasikan Keputusan Bupati Nomor 440/802/SET tentang peningkatan status Kabupaten Nabire dari siaga menjadi tanggap darurat Covid-19, kepada seluruh masyarakat di daerah ini.

“Segera sosialisasikan isi dari keputusan itu kepada seluruh masyarakat di kampung masing-masing. Semua warga harus patuh terhadap keputusan itu. Siapapun orang dan pelaku usaha yang tidak patuh, saya sudah perintahkan aparat keamanan untuk tindak tegas,” ujar Bupati
Isaias Douw dalam pertemuan dengan seluruh kepala distrik, lurah, dan kepala kampung se-Kabupaten Nabire di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire, Rabu (22/4/2020).

Bupati Isaias Douw juga memerintahkan setiap kampung dan kelurahan membentuk Posko Covid-19. Tujuannya untuk mengawasi keluar masuk warga agar tidak berkeliaran sesuka hati  dari satu kampung ke kampung lainnya. Kebutuhan posko diambil dari Dana Desa (DD), sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementerian Desa.

“Segala kebutuhan posko harus dilengkapi, ada juga cuci tangan dan jangan lupa data warga yang keluar masuk. Tanya dia, apa tujuan jalan,” katanya.

Bupati Isaias Douw menambahkan Pemkab Nabire saat ini telah menyiapkan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat, setelah verifikasi data oleh Dinas Sosial.

“Ada 100 ton beras yang sedang siapkan. Nanti akan disalurkan melalui posko dan dibantu TNI/POLRI,” lanjut Douw.

Loading...
;

Kepala Kelurahan Morgo, Distrik Nabire, Yakop Wakum, mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan beberapa instruksi bupati sebelumnya. Instruksi yang baru ini juga akan segera diteruskan kepada warganya.

“Perintah bupati akan kami lanjutkan ke warga, termasuk membangun posko. Kami akan lebih ketat lagi,” kata Wakum.

Berikut isi surat edaran Bupati Nabire, Nomor : 440/802/SET, tentang Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Nabire:
(1). Pemkab Nabire beserta TNI/POLRI dan seluruh stakeholder menjamin keselamatan, kesehatan, dan ketahanan sosial kepada seluruh masyarakat.
(2). Meningkatkan status bencana non-alam pengendalian Covid-19 dari siaga darurat menjadi tangap darurat dari tangggal 9 April sampai dengan 6 Mei 2020.
(3). Melaksanakan pencegahan dini dengan mengikuti tata cara pencegahan sesuai protokol atau ketentuan kesehatan yang disosialisasikan secara terus menerus oleh pemerintah daerah dan instansi kesehatan melalui berbagai media.
(4). Menutup sementara tiap orang dari luar Papua maupun Kabupaten Nabire untuk masuk ke Kabupaten Nabire ataupun keluar dari Kabupaten Nabire, terhitung mulai tanggal 21 April sampai 6 Mei 2020 melalui laut (kapal Pelni, speedboat, perahu jonson, jolor), Bandara Douw Atarure, jalan darat Nabire-Dogiyai, Deiyai, dan Paniai serta jalan darat Trans Nabire Wondama Papua Barat. Apabila tidak diindahkan hal ini, akan dilakukan tindakan tegas dan bagi penumpang akan diberikan sanksi, sedangkan kendaraan yang ditumpangi akan dibakar atau dihancurkan.
(6). Mengoptimalkan pencegahan dengan social distancing dan physical distancing yang diperluas melalui :
a. Memperpanjang belajar dan kerja di rumah dari 21 April sampai 6 Mei 2020, kecuali bidang kesehatan, pangan, energi, komunitas, keuangan,logistic, dan kebutuhan keseharian.
b. Tidak melaksanakan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang dan aktivitas lain yang berpotensi mengundang kerumunan massa seperti pertemuan, rapat, pertunjukan, pernikahan, dan kegiatan keagamaan, kegiatan partai politik ,serta tidak bergerombol pada lokasi tertentu.
c. Membatasi aktivitas di luar rumah seperti di pusat perbelanjaan, pertokoan, area terbuka, tempat rekreasi/wisata, dan jalan raya.
d. Membatasi jam operasional/jam kerja instansi pemerintah, kantor swasta, dan perusahaan dimulai dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 14.00 WIT.
e. Menutup sementara semua tempat karaoke, bar, diskotik, panti pijat, salon, klinik kecantikan, spa, pangkat rambut/tukang cukur, gedung pertemuan, fasilitas olahraga, dan tempat rekreasi/wisata.
f. Jam operasional bagi pedagang/penjual nasi kuning, gorengan, martabak, terang bulan, penjual pinang, dan penjual noken dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00 WIT.
g. Membatasi jam operasional bagi penjual BBM yaitu SPBU dan penjual BBM di pinggir jalan mulai pukul 08.00 sampai pukul 18.00 WIT.
h. Kegiatan jual beli Pasar Sentral Kalibobo, Pasar Karang Tumaritis, Pasar Samabusa, dan Pasar SP 1 Distrik Nabire Barat, Pasar Wiraska Distrik Wanggar, mulai pukul 06.00 sampai pukul 14.00 WIT, kecuali hari Minggu disesuaikan dengan perda yang dimulai dari pukul 13.00 sampai pukul 17.00 WIT.
i. Pusat perbelanjaan, toko dan kios (bahan bangunan, pakaian, elektronik, roti, konter HP, dealer motor/mobil buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 14.00 WIT.
j. Restaurant, rumah makan/warung makan, dan tempat kuliner/makanan siap saji, depot isi ulang air minum mulai buka pukul 08.00 sampai pukul 18.00 WIT. Untuk restaurant, rumah makan/warung makan, dan tempat kuliner/makanan siap saji tidak mengizinkan pembeli makan di tempat (hanya dibungkus dan dibawa pulang).
k. Mobil angkutan umum, rental, dan pengemudi ojek/tukang ojek mulai beroperasi pukul 08.00 sampai pukul 18.00 WIT.
l. Kegiatan jual beli pasar pagi Bumiwonorejo, pasar sore KPR Siriwini, pasar Smoker, pasar sore Kalibobo mulai pukul 13.00 sampai pukul 17.000 WIT.
m. Apabila tidak memperhatikan dan tidak melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka akan diberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha dan pembubaran secara paksa.
n. Wajib bagi pimpinan bank, toko, dokter praktek/klinik kesehatan, apotek, kantor pos, dan warnet agar menyediakan air cuci tangan/hand sanitizer di setiap pintu masuk, termasuk di semua mesin ATM.
o. Semua warga Kabupaten Nabire/ASN, karwayan/karyawati BUMN, BUMD, dan karyawan lainnya wajib menggunakan masker. Khusus bagi karyawan/karyawati yang memberikan pelayanan umum seperti bank, kantor pos, kasir di toko, apotik, dan dan dokter praktek/klinik kesehatan, wajib menggunakan sarung tangan.
7. Tim gugus tugas dan aparat keamanan agar melakukan pengawasan dan penertiban serta melakukan penegakan hukum bagi pelanggar surat edaran ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top