Follow our news chanel

Previous
Next

Bupati Jayapura: Apa saja dijual agar masyarakat bisa rasakan manfaat PON

Pangan lokal yang disajikan saat Festival Makan Papeda di Kampung Abar - Jubi/Yance Wenda
Bupati Jayapura: Apa saja dijual agar masyarakat bisa rasakan manfaat PON 1 i Papua
Pangan lokal yang disajikan saat Festival Makan Papeda di Kampung Abar – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, dalam coffee morning bersama jurnalis di Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Hotel Sani Grand Sentani, mengatakan dengan semakin dekatnya penyelenggaraan PON XX/2020 hasil kerajinan tangan masyarakat sudah harus mulai terlihat.

“Kerajinan-kerajinan dan kuliner itu juga kita informasikan supaya kampung yang ada, dana kampung itu sudah mulai mengakomodir program-program itu untuk sukseskan PON,” kata Bupati Awoitauw, Selasa (29/10/2019).

Pada kesempata itu Bupati Awoitauw juga minta Pemerintah Provinsi Papua harus menetapkan logo untuk PON XX/2020, apakah yang saat ini sudah tepat atau tidak, agar logo ini digunakan pengrajin dalam membuat hiasan di atas kulit kayu dan sebagainya.

“Dalam penyerahan penghargaan bagi cabor-cabor tertentu di PON tentu akan diberikan penghargaan seperti itu atau tidak, tapi dibuat dari bahan lokal, agar masyarakat pengrajin ini dalam membuat dengan spot-spot itu, baik itu baju kaos, tas, topi, dan yang lain,” kataAwoitauw.

Para kepala kampung dan OPD, sambung Bupati Awoitauw, harus mendorong hal-hal itu agar ekonomi kreatif masyarakat dapat diangkat dan dikenal oleh tamu yang datang nanti.

“Saya pikir hal-hal itu yang sekarang kita kurang dorong, karena kalau itu jalan tentu masyarakat setempat harus mendapatkan porsi yang besar, kalau tidak itu pedagang dari Luar Papua akan cepat sekali menjual produknya dan menjamur di situ karena ini iven nasional,” kata Bupati Awoitauw.

Loading...
;

Bupati mengatakan misalnya seperti di daerah yang akan berlangsung pertandingan seperti di Kampung Harapan, Bambar, itu sudah harus ada pondok-pondok milik masyarakat yang menjual hasil kerajinan tangan lokal.

“Dari Netar dan di Bambar, kampung-kampung sepanjang itu harus ada stand, karena aktivitas PON itu sampai ke Bambar, jadi sepanjang jalan itu harus ditata oleh masyarakat kampung dan kami sudah bicara dengan Dinas Perindakop dan Dinas Pariwisata untuk membuat peta dalam penjualan, apa saja yang dijual agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari PON ini. Kalau tidak itu nanti akan direbut oleh masyarakat yang ahli dalam bidang usaha,” katanya.

Kepala Dinas Priwisata Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo, mengatakan dalam mempersiapkan tempat-tempat ini ada OPD terkait yang menangani dan juga bangunan yang sudah ada.

“Untuk mempersiapkan itu ada pada Perindakop dan UMKM. Kita sudah siapkan salah satunya itu di Kalkhote. Itu ada bangunan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat dan itu bisa digunakan oleh masyarakat,” kata Joko.

Joko menambahkan sudah ada bangunan-bangunan di Kalkhote namun selama ini tidak pernah digunakan.

“Nanti kita gunakan tempat ini dan juga kita coba bicara dengan OPD terkait untuk membahas permasalan ini,” ucapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top