Bupati Jayapura: Masyarakat adat wajib jaga sumber daya alam

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pihaknya telah mengukuhkan gugus tugas pemetaan wilayah adat pada sembilan wilayah Dewan Adat Suku (DAS) di Kabupaten Jayapura.

Dalam prosesnya, kata Bupati Awoitauw, semua Sumber Daya Alam (SDA) milik masyarakat adat harus dijaga dengan baik. Yang menjaga dan memeliharanya adalah masyarakat adat di masing-masing wilayah adat.

“Pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan KPK terkait korupsi atas sumber daya alam di Papua. Bagaimana penegakkan hukum terhadap illegal logging, kayu–kayu yang keluar dari Sarmi, Nimbokrang, Taja, Lereh, dan Airu. Tetapi tidak ada perubahan yang terjadi di tengah masyaraat adat dari apa yang dibawa keluar,” jelas Mathius Awoitauw di Sentani, Minggu (9/9/2018).

Dikatakan, dampak dari apa yang dilakukan selama ini terhadap SDA kita, masyarakat adat tinggal dalam ketidakpastian, tidak ada keuntungan dari SDA yang sudah dikeruk oleh pihak luar.

“Dari rangkaian sejumlah kegiatan yang saya ikuti hampir seminggu ini, semua membicarakan tentang masyarakat adat. Baik dari Bali dan beberapa tempat di sini. Oleh sebab itu, posisi masyarakat adat sangat penting di atas segalanya,” kata Bupati Awoitauw.

Wakil Ketua II DPR Kabupaten Jayapura, Korneles Yanuaring, menegaskan apa yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Hak Atas Pengelolaan Hutan di atas wilayah adat masing-masing sangat jelas.

Loading...
;

“Tinggal bagaimana disinergikan dengan peraturan bupati dan juga peraturan lain yang lebih tinggi serta adanya pengawasan yang ketat oleh masyarakat adat serta pihak keamanan terhadap oknum-oknum yang hanya mementingkan diri sendiri dengan mengambil hasil sumber daya alam milik masyarakat adat,” ungkapnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top