Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

Vaksinasi COVID-19 di Papua
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw meninjau vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di SMAN 1 Sentani. - Jubi/Engel Wally

Bupati Jayapura berharap tokoh agama mendukung vaksinasi COVID-19

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengharapkan para tokoh agama ikut mendukung program vaksinasi COVID-19 Pemerintah Kabupaten Jayapura. Ia meminta tokoh agama turut menyebarluaskan informasi yang benar tentang pentingnya vaksinasi, agar upaya memutus rantai penularan COVID-19 berhasil.

Hal itu dinyatakan Awoitauw di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (14/7/2021). Ia mengatakan sosialisasi vaksinasi COVID-19 sudah dilakukan jauh-jauh hari melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai komponen masyarakat.

“Ini bukan paksaan, tetapi kalau tidak vaksin, maka anda berpotensi menularkan kepada orang lain. Itu sangat merugikan banyak orang, ” ujar Awoitauw saat ditemui sesuai meninjau vaksinasi massal di halaman SMA N 1 Sentani, Rabu.

Baca juga: Dinkes Papua: Cakupan vaksinasi di sejumlah daerah mesti ditingkatkan

Ia berharap semua pihak dalam satu gerakan untuk menyukseskan vaksinasi COVID di Kabupaten Jayapura. Awoitauw menyatakan Gerakan bersama itu bukan untuk menyusahkan masyarakat, namun upaya bersama melawan dan mengakhiri pandemi  COVID-19 yang melanda dunia. Ia juga berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai informasi salah, karena vaksinasi dilakukan untuk kebaikan bersama.

“Belum ada cara lain yang [bisa] dilakukan [untuk menanggulangi pandemi COVID-19] selain [dengan] vaksinasi. [Vaksinasi] itu sedang dilaksanakan di berbagai penjuru dunia. Gerakan itu harus didukung dan dilaksanakan juga oleh kita yang ada di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Gereja Injili di Indonesia (GID), Dorman Wandikbo menyatakan pemerintah tidak boleh memaksa warga untuk mengikuti vaksinasi. Wandikbo mengkhawatirkan sejumlah kasus kematian pasca vaksinasi, dan menanyakan jaminan keselamatan bagi warga yang menjalani vaksinasi.

Loading...
;

Kendati demikian, Wandikbo mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Jayapura memutus rantai penularan virus korona dengan memberlakukan pembatasan waktu beraktivitas bagi warga. Ia juga mendukung langkah pemerintah untuk menutup akses keluar masuk orang di bandara maupun pelabuhan laut.

Baca juga: Besok, pelajar SMP di Kota Jayapura mulai divaksin

Hal itu dinilai akan efektif mencegah penularan COVID-19, mengingat virus korona penyebab COVID-19 meluas karena pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain. “Jadi, kalau pemerintah mau lockdown, itu cara yang tepat, dan kami sangat mendukung. Jangan paksa warga Papua untuk ikut vaksinasi, ” pungkasnya.

Pemerintah pusat telah mengumumkan bahwa vaksinasi bersifat wajib bagi warga sasaran vaksin. CNNIndonesia melansir bahwa Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19.

Aturan itu mencantumkan ancaman sanksi administratif bagi warga sasaran vaksinasi yang menolak divaksin. Pasal 13A ayat (4) aturan itu menyatakan ada tiga jenis sanksi yang bisa dijatuhkan kepada warga sasaran vaksinasi yang menolak divaksin.

Ketiga jenis sanksi itu adalah penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan, dan/atau denda. Keikutsertaan dalam vaksinasi juga menjadi persyaratan bagi setiap orang yang akan melakukan perjalanan pada masa pandemi COVID-19. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Scroll to Top