HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Bupati Jayapura: Tanah tetap milik masyarakat, bangunan bantuan pemerintah

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat mendapat penjelasan dari BPBD tentang lokasi dan bentuk rumah yang akan dibangun - Jubi/Engel Wally
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat mendapat penjelasan dari BPBD tentang lokasi dan bentuk rumah yang akan dibangun – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan peletakan batu pertama pembangunan 2000 rumah layak huni bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang Maret tahun lalu. Sebanyak 2.000 rumah tersebut dibangun tersebar di sejumlah tempat seperti Kemiri Sentani dan di bagian pesisir Danau Sentani yang dimulai dari Kampung Yakonde.

Perihal pembangunan rumah layak huni ini, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, menegaskan tanah atau lahan yang digunakan untuk pembangunan rumah adalah milik masyarakat di kampung masing-masing (tidak dibeli) dan itu atas kesepakatan bersama, rumah layak huni adalah bantuan pemerintah yang diberikan secara cuma-cuma.

“Jangan tanya lagi, tanah yang digunakan ini harga tanahnya belum dibayar,” ujar Bupati Awoitauw saat dihubungi di Sentani, Senin (2/3/2020).

Dikatakan, pembangunan perumahan layak huni ini harus terus dikerjakan oleh pihak-pihak yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab. Karena pengerjaan satu unit rumah layak huni tidak membutuhkan waktu lama.

“Ketika fondasi (dasar) sudah ada, maka pendirian rumah hanya membutuhkan waktu lima hingga enam hari kerja, dan itu bisa dikerjakan dalam jumlah yang banyak sekali bangun,” jelasnya.

Untuk itu, bupati dua periode ini berharap ada kerja sama masyarakat adat di masing-masing kampung bersama dengan pihak terkait seperti BPBD untuk saling koordinasi, sehingga kepentingan besar ini dapat terlaksana dengan baik.

Loading...
;

“Saling mendukung dalam proses pekerjaan besar ini, jangan lagi ada protes di belakang-belakang, apalagi sampai palang memalang. Karena bantuan ini murni diperuntukkan bagi masyarakat,” katanya.

Terpisah, tokoh masyarakat adat Kampung Sereh, Yanto Eluay, sependapat dengan apa yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura terkait pembangunan rumah layak huni, secara kusus bagi masyarakat di pesisir Danau Sentani.

“Lahan, hutan, dan tanah kami tidak hanya di pesisir danau saja, di bagian darat juga ada. Sehingga proses pembangunan yang dilakukan untuk perumahan layak huni oleh pemerintah daerah harus didukung oleh semua masyarakat yang penerima manfaat,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa