Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Bupati Jayawijaya sebut data petugas tim Covid-19 telah disampaikan ke Kemenkes

Para petugas kesehatan saat tes cepat (rapid tes) pada masyarakat di Kota Wamena yang masih berkeliaran saat pembatasan waktu beraktivitas telah berlaku. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengaku pemerintah daerah telah melaporkan tentang data petugas kesehatan atau tim dalam penanganan Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal itu berkaitan dengan pembayaran insentif para petugas kesehatan yang tergabung dalam tim penanggulangan Covid-19 di setiap daerah, dimana sampai akhir Mei 2020 banyak daerah yang belum melaporkan data tersebut.

“Kami sudah laporkan ke Kemenkes, tinggal menunggu pencairan,” kata Jhon Banua, kepada wartawan di Wamena, Senin (1/6/2020).

Menurutnya, pemerintah daerah telah diminta menyampaikan data petugas kesehatan dan hal itu telah dilakukan dengan penetapan surat keputusan bupati.

“Jadi semua insentif dari pusat, karena dana kita sebagian besar ditarik ke pusat seperti kegiatan-kegiatan infrastruktur dari Dana Alokasi Khusus (DAK), ini ditarik ke pusat lalu dipergunakan untuk tenaga medis Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr. Willy E. Mambieuw, mengatakan jumlah petugas kesehatan yang masuk dalam tim Covid-19 Jayawijaya sempat mengalami revisi SK, akibat adanya penambahan petugas khusus di Dinas Kesehatan.

Loading...
;

Ia mengatakan, awalnya petugas yang disiapkan ada 86 orang. Namun karena ada penambahan tempat karantina praktis harus ditambah menjadi 130 orang.

“Karena Kemenkes meminta SK bupati lengkap dengan penempatan petugas di setiap karantina. Dimana data petugas dari dinas sebanyak 130 orang ditambah dari rumah sakit sehingga totalnya ada 200-an petugas,” katanya.

Ia menambahkan ke-130 petugas kesehatan dari dinas ini sebagian besar merupakan tenaga kesehatan, ada juga yang bukan tetapi diperbantukan di tim Covid-19.

“Jadi mereka ini merupakan petugas kesehatan, tetapi latar belakang pendidikannya bukan dari kesehatan, rata-rata tenaga dari Dinas Kesehatan ditambah Puskesmas,” kata Willy Membieuw. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top