Follow our news chanel

Bupati minta masyarakat Deiyai doakan 9 tahanan aksi tolak rasisme

Papua
Massa aksi tolak rasisme di Deiyai. - Jubi/Ist
Bupati minta masyarakat Deiyai doakan 9 tahanan aksi tolak rasisme 1 i Papua
Massa aksi tolak rasisme di Deiyai. – Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Deiyai, Jubi – Bupati Deiyai, Ateng Edowai, meminta seluruh masyarakat di lima distrik setempat agar terus mendoakan 9 tahanan kasus aksi tolak rasisme, yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nabire.

“Doakan mereka agar putusan sela pekan depan mereka dibebaskan tanpa syarat. Mereka adalah kita punya anak-anak. Saya mohon masyarakat Deiyai doakan mereka yang dapat tangkap 28 Agustus 2019,” harap bupati, saat perayaan Natal bersama, Rabu (14/1/2020).

Ia mengatakan, saat ini 9 pemuda yang ditangkap di halaman Kantor Bupati Deiyai tempo hari, sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Nabire.

“Kita hargai proses hukum itu. Kalau mereka tidak salah, pasti Tuhan sertai dan tolong,” ujarnya.

Sementara itu, Pastor Santon Tekege Pr, sebagai anggota Koalisi Bantuan Hukum dan HAM mengatakan, 9 orang yang ditangkap saat melakukan aksi tolak rasisme di halaman Kantor Bupati Deiyai merupakan koordinator demo, bukan pelaku pembunuhan anggota TNI pada 28 Agustus 2019 lalu.

“Peristiwa penembakan menewaskan 8 masyarakat sipil dan seorang remaja bernama Yustinus Takimai (17), serta satu TNI yang tewas oleh masyarakat akibat oknum TNI itu menabrak Yustinus Takimai. Akibat peristiwa itu, beberapa pemuda koordinator aksi damai di Kantor Bupati Deiyai ditangkap dan diproses secara hukum. Mereka yang diproses secara hukum ialah koordinator demo aksi di halaman Kantor Bupati Deiyai,” ujar Pastor Santon Tekege, Pr kepada Jubi, Kamis (9/1/2020).

Loading...
;

Sebelumnya Pastor Santon Tekege Pr menyatakan investigasi Sekretariat Keadilan untuk Perdamaian Dekanat Paniai, Keuskupan Timika, menyimpulkan penembakan pada Rabu (28/8/2019), dipicu sebuah mobil aparat keamanan yang menyerempet dan menewaskan seorang remaja bernama Yustinus Takimai (17).

Pastor menyatakan, tepat sebelum penembakan terjadi pada Rabu (28/8/2019), ada mobil aparat keamanan melaju dari arah Enarotali dengan kecepatan tinggi. Mobil itu menyerempet beberapa pengunjuk rasa yang sedang memasuki Kantor Bupati Deiyai. Mobil itu secara tiba-tiba berbelok ke arah Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai. Lalu Yustinus Takimai (17) tak sempat menghindar dan akhirnya tergencet ke tembok pagar Kantor Badan Kepegawaian Daerah Deiyai, hingga meninggal dunia.

Massa yang marah segera membuka pintu mobil, dan menemukan tentara yang mengendarai mobil itu. “Masyarakat menarik keluar sopil TNI itu, langsung memukul dan memanah [tentara itu]. Tiga tentara dan tiga polisi yang ada di dalam mobil [juga] disuruh keluar. [Massa] memukul mereka dengan parang, dan memanah mereka. [Massa juga sempat] mengambil sepuluh pucuk senjata api,” kata Pastor Santon. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top