Bupati Sorong serahkan keputusan pengakuan hak masyarakat adat

Papua
Penyerahan SK Bupati Sorong tentang pengakuan terhadap hak Gelek Malak Kalawilis Pasa, salah satu marga Suku Moi di Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong, Papua Barat - Jubi/Yayasan Pusaka Bentala Rakyat/Franky Samperante

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bupati Sorong, Papua Barat, Johny Kamuru menyerahkan surat keputusan (SK) bupati tentang pengakuan terhadap hak Gelek Malak Kalawilis Pasa, salah satu marga Suku Moi di Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong.

Penyerahan Keputusan Bupati Sorong Nomor 593.2/KEP.345/IX/TAHUN 2021 tentang pengakuan hak Gelek Kalawilis Pasa atas tanah dan hutan adat seluas 3.247 hektare (ha) itu, dilakukan di Gedung Keik Malamoi Sorong, Jumat (15/10/2021).

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi, Silas Kalami mengapresiasi keputusan bupati itu. 

Sebab, keputusan ini telah dinantikan masyarakat adat sejak terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sorong Nomor 10 tahun 2017 Tentang Pengakuan dan Perlindungan masyarakat adat di Kabupaten Sorong.

“Keputusan bupati ini yang pertama di Kabupaten Sorong. Melalui pengakuan hak, masyarakat akan lebih kuat untuk menjaga hutan dan tanah adat,” kata Silas Kalami dalam rilis tertulis, Jumat (15/10/2021).

Menurutnya, masyarakat adat harus menjaga hutan dan tanahnya, untuk keberlanjutan kehidupan mereka. Apabila ada pembangunan yang masuk, mesti menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat adat. Jangan sampai mengorbankan masyarakat adat.

“Apabila hutan dan tanah sudah tidak ada, maka tidak dapat disebut lagi sebagai masyarakat adat,” ujarnya.

Loading...
;

Sementara itu, Ketua Gelek Malak Kalawilis Pasa, Herman Malak mengatakan, sejak awal pihaknya tidak menginginkan kehadiran perkebunan kelapa sawit di wilayahnya. 

Masyarakat adat kemudian membuat peta dan menggalang dukungan untuk mempertahankan tanah dan hutan adatnya. 

“Kami Gelek Malak membuktikan, kami bisa menjaga tanah dan hutan adat kami. Memberikan contoh kepada marga-marga lain untuk bersama menjaga hutan dan tanah adat,” kata Herman Malak.

Ia mengajak masyarakat adat dari marga lain mendukung Bupati Sorong, Johny Kamuru menolak kehadiran perkebunan kelapa sawit di wilayah itu. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top