Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Yahukimo kaget pembicaraan teleponnya viral

Bupati Yahukimo, Abock Busup. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bupati Yahukimo, Abock Busup mengaku kaget perbincangan via telepon seluler dirinya dengan Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka tersebar layanan pesan WhatsApp dan viral. Busup membantah dirinya menyebut ada mahar yang harus dibayarkan untuk mengantongi surat rekomendasi pencalonan Bupati dari partai politik.

Busup menyatakan percakapan teleponnya bersama Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka merupakan percakapan pribadi di antara sesama Bupati yang ingin kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Ia terkejut ketika mengetahui rekaman pembicaraan teleponnya tersebar.

“Obrolan saya dengan Pak Constan hanya sebatas obrolan sesama bupati incumbent yang akan maju di Pilkada 2020, karena itu kami saling cek saja, namun kenapa obrolan tersebut malah menjadi viral dan menjadi berita,” kata Bupati Abock Busup di Jayapura, Selasa (4/2/2020).

Ia menjelaskan pembicaraan dengan Costan Oktemka itu bukan berniat mencatut nama Sulaeman Hamzah, salah satu politisi Partai Nasdem. Pembicaraan itu disebut Busup sebagai obrolan biasa yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu.

“Memang saat saya menerima telepon dari Pak Costan, ada beberapa pemuda yang duduk disekitar situ, kemudian merekam pembicaraan tersebut. Padahal obrolan kami hanya sebatas saling mengecek pengurusan partai yang akan digunakan untuk maju pada Pilkada nanti,” ujarnya.

“Memang dalam pembicaraa saya ada menyebut nama Sulaeman Hamzah. Akan tetapi, sama sekali tidak menyebut soal mahar. Secara pribadi saya dengan Pak Sulaeman tidak ada masalah. Namun, [rekaman pembicaraan] itu sudah menjadi viral di internal Nasdem. Karena itu, saya mau luruskan berita yang dibuat anak-anak dari Pegunungan Bintang. Tadi saya sudah panggil mereka, untuk klarifikasi,” sambungnya.

Loading...
;

Busup menyatakan pada tahun politik seperti saat ini, Surat Keputusan (SK) rekomendasi partai politik menjadi isu yang sensitif. Apalagi, Partai Nasdem merupakan partai yang tidak pernah meminta mahar untuk menerbitkan SK rekomendasi pencalonan kandidat Pilkada.

Busup mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan rekaman telepon dirinya untuk kepentingan politik.”Saya juga bisa proses mereka yang edarkan rekaman ini dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Apalagi berita ini menjadi viral di Dewan Pengurus Pusat Partai Nasdem. Obrolan [itu] sebenarnya biasa. Dengan Pak Bupati Pegunungan Bintang, kami saling kerjasama cari partai, masa sesama incumbent saya harus cari yang lain? Kami saling komunikasi untuk bagaimana dapat partai untuk jilid dua,” sambungnya.

Ia menambahkan, dirinya sudah menghubungi Sulaeman Hamzah melalui stafnya untuk menyampaikan permohonan maaf serta menjelaskan maksud perbincangan dirinya bersama Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka. “Saya tegaskan saya minta maaf kepada pak Sulaeman karena obrolan biasa ini menjadi berita viral,” katanya.

Sebelumnya, Politisi Nasdem Sulaeman Hamzah meminta Bupati Yahukimo Abock Busup mengklarifikasi percakapan telepon yang menyebut nama Sulaeman Hamzah terkait upaya lobi meraih SK rekomendasi pencalonan partai politik dalam Pilkada Serentak 2020. Dalam rekaman yang menyebar itu,  Abock Busup menyampaikan telah bertemu dengan Sulaeman Hamzah di DPR RI untuk membicarakan soal Pilkada 11 kabupaten di Papua. Sulaeman membantah pernah bertemu dan berdiskusi soal dukungan dalam pilkada yang dimaksud. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top