Bupati Yahukimo resmikan lapter Supugi

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua 

Yahukimo, Jubi – Bupati Yahukimo Abock Busup meresmikan lapangan terbang (lapter) perintis di Supugi Kampung, Distrik Werima sepanjang 400 meter dan lebar 70 meter, Kamis lalu, 22 Juni 2017. 

Tak ada jalan darat untuk menjangkau antardistrik di kabupaten tersebut. Oleh karena itu, transportasi udara merupakan satu-satunya pilihan masyarakat. 

“Saya sangat mengapresiasi, bangga, karena pada kesempatan ini saya bisa meresmikan lapangan terbang yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Distrik Werima,” kata bupati kabupaten dengan 518 kampung dan 51 distrik ini. 

Menurutnya pemerintah akan memberi subsidi pesawat untuk memperlancar transportasi bagi masyarakatnya. 

“Kami kerja nyata dengan masyarakat dengan sapa langsung, dialog, mendengar dan kita kerjakan sesuai visi dan misi,” katanya.

Dirinya dan rombongan ke kampung tersebut tidak hanya meresmikan lapter, tetapi juga mendengarkan aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti. 

Loading...
;

Setelah meresmikan lapter yang dibangun sejak tahun 2007 sampai 2014 secara swadaya itu, bupati memberikan bantuan Rp 150 juta kepada panitia pembangunan Lapter Supugi dan Rp 100 juta untuk panitia konferensi Klasis Husagama (sebelumnya beliau memberikan bantuan sebesar Rp 300 juta). 

Ketua panitia pembangunan Lapter Supugi, Leonard Kuan memberi apresiasi atas peresmian lapter dan pemberian bantuan oleh Bupati Abock.

Dengan begitu, lanjut Leonard, masyarakat akan terbantu untuk melakukan aktivitasnya ketika ke Dekai, ibu kota Yahukimo dan kota lainnya di daerah Pegunungan Tengah.

“Kami masyarakat yang mau ke kota bisa lebih cepat dan tidak jalan kaki lagi ke Wamena (Jayawijaya) dan Distrik Pasema,” katanya. 

Anggota DPRD Yahukimo dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Nehemia Elopore—daerah pemilihan Distrik Werima mengharapkan agar pemerintah setempat menyubsidi pesawat, sebab pesawat merupakan satu-satunya transportasi pilihan masyarakat.

“Ke Wamena jauh, ke Yahukimo juga. Karena tidak ada kesediaan jalan darat, maka solusi satu-satu adalah dengan pesawat,” kata Nehemia. 

Ia mengaku pernah mengusulkan jalan darat untuk menjangkau Herawe hingga Soba semasa pemerintahan Gubernur Barnabas Suebu. Alhasil dalam laporan Balai Provinsi disebutkan jalan sudah beraspal dan mobil sedang beroperasi. 

“Faktanya tidak ada,” katanya. 

Dari 51 distrik di Yahukimo, hanya Dekai dan Kurima yang bisa dilalui lewat jalur darat, sementara tiga distrik lainnya; SuruSuru, Obio dan Sumo hanya bisa dilalui lewat sungai. Sementara itu 45 distrik lainnya hanya bisa menggunakan pesawat.

Pemerintah Kabupaten Yahukimo pun harus mencarter pesawat, seperti pesawat Ama Dojo, Cesna, Demonim Air dan AMA Pilatus dengan biaya yang melangit. Satu kali terbang saja biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. (*)
 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top